Berita Belitung

Kisah Mahrub Kakek Tukang Sol Sepatu, Terkadang Rugi Sepatu Tak Diambil Pemiliknya

Terlihat deretan tukang sol sepatu di depan ruko yang tampak kosong dan tertutup rapat, persis Jl Merdeka No 12, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung

Kisah Mahrub Kakek Tukang Sol Sepatu, Terkadang Rugi Sepatu Tak Diambil Pemiliknya
Posbelitung/Yuranda
Mahrub Tukang Sol Sepatu 

POSBELITUNG.COM-- Terlihat deretan tukang sol sepatu di depan ruko yang tampak kosong dan tertutup rapat, persis Jl Merdeka No 12, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, tepat di bundaran Batu Satam.

Ada tiga orang tukang sol sepatu yang menawarkan jasa untuk diperbaiki sepatu, satu diantaranya tiga orang tersebut, Mahrub (62) seorang tukang sol sepatu, yang sudah hampir 20 tahun lebih berproesi sebagai tukang sol sepatu.

Ia bersama rekan seprofesinya tampak sibuk menjahit sepatu milik pelanggannya, jari jemari mereka tampak lincah dan gesit menjahit sepatu seakan teliti menusukan jarum jahitan ke sepatu tersebut.

Benang yang akan di jadikan untuk pengikat sepatu akan di jait tersebut mulai di oles dengan lilin, lilin tersebut digunakan supaya waktu menjahit benang tidak seret (terhalang).

Sebelumnya kakek dengan dua orang cucu ini belajar mejahit sepatu dengan temannya, karena pekerjaan susah di waktu dulu sehingga ia ingin bekerja sebagai tukang sol sepatu atau penjahit sepatu.

Pahit dan manis pengalaman yang dikecuapnya sudah tidak terhitung lagi. Satu di antaranya adalah pengguna jasa yang minta untuk di perbaiki sepatunya, tetapi tidak mengambil sepatu yang telah selesai dikerjakannya olehnya.

"Ada orang yang minta sepatu untuk diperbaiki sepatunya, tapi pas sepatunya sudah jadi tidak diambil sama yang punya. Jadi ditinggal begitu saja. Kalau rugi uang si ndak, kalau rugi tenaga pasti," kata Mahrub, Rabu (24/04/2019).

Dia membiarkan hal itu jika ada yang ingin mengambikannya maka dikasih, namun kalau tidak ada yang mengambilkan maka di pakai kadang juga di jual dengan harga yang sesuai dengan kondisi sepatu tersebut.

Kakek Kelahiran Kecamatan Tanjungpandan Kabupaten Belitung, ini mengira pemilik sepatu yang meninggalkan sepatunya, kemungkinan lupa dengan sepatunya itu.

Untuk itu, ia pun berpikir positif dengan orang tersebut. Menurutnya semua pekerjaan itu ada risikonya.

"Mungkin dia lupa dan sibuk sehingga sepatunya tidak di ambil, ini lah risiko kerja semua pekerjaan ada risikonya," ungkap Mahrub.

Kakek ini bekerja dari pukul 08.00 - 04.00 wib, hasil tukang sol sepatu ia dapat mencukupi kebutuhan keluarga. Pendapatan yang ia dapati dari hasil sol sepatu tidak menentu kadang kalau lagi sepi ia hanya bisa mendapatkan Rp 30 ribu.

"Kalau ongkos Satu Pasangnya itu Rp 20 ribu dan tergantung kondisi kalau parah sekitar Rp 30 ribu sampai 35 ribu. Pendapatan tidak menentu kadang saya Rp 30 ribu kalau sedang sepi, kalau ramai Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu" kata kakek 62 tahun.

Ia pun menjelaskan rata-rata penghasilan yang didapati dalam satu hari Rp 150 ribu, dari hasil sol sepatu, lumayan dari pada tidak bekerja dan meminta sama anak-anak malu juga sama mereka. (Posbelitung.com/Yuranda)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved