VIDEO : 1001 Dulang De Maras Tahun Desa Simpang Tiga

Lepat gede 1001 dulang de maras tahun di desa simpang Tiga berukuran lebar 60 centimeter dengan panjang 2,5 meter,..

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belitung Timur, Evi Nardi, mengungkapkan Maras Taun merupakan luapan rasa kegembiraan masyarakat atas hasil berladang padi mereka.

"Dari hasil panen padi dibuat lepat gede, jadi kami rayakan dengan memotong lepat, yang mana lepat gede selalu identik dengan kegiatan Maras Taun," ujar Evi kepada posbelitung, Minggu (28/4/2019).

Lepat gede pada acara 1001 Dulang De Maras Taun di Desa Simpang Tiga berukuran lebar 60 centimeter dengan panjang 2,5 meter dibuat menggunakan beras ketan sebanyak 25 kilogram.

Bupati Belitung Timur, Yuslih Ihza mengatakan Maras Taun berarti tradisi untuk mengakhiri satu tahun yang telah dilewati dan memulai untuk satu tahun yang akan dilewati.

"Merayakan Maras Taun sebagai bentuk ungkapan terima kasih dan rasa syukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rizki berupa hasil panen, sehingga kebutuhan pangan senantiasa tercukupi," ujar Yuslih

Yuslih mengatakan sebagai tradisi turun temurun, pelaksanaan Maras Taun telah berlangsung sejak lama, dan hingga kini masih tetap dilaksanakan oleh sebagian besar masyarakat Belitung Timur. (Posbelitung.co/Suharli)

Penulis: Suharli
Editor: fitriadi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved