Mau Berbuka Puasa dengan Air Dingin atau Hangat? Mana Lebih Baik Diantara Keduanya Ini Penjelasannya

Jika terlalu dingin, suhu air yang diminum akan terlalu lama menyesuaikannya dengan suhu tubuh.

Mau Berbuka Puasa dengan Air Dingin atau Hangat? Mana Lebih Baik Diantara Keduanya Ini Penjelasannya
Thinkstockphotos
Ilustrasi minum air putih 

POSBELITUNG.CO-- Saat berbuka puasa adalah waktu yang ditunggu umat Muslim pada bulan Ramadan. Tentu saja para ibu rumah tangga sudah menyediakan berbagai hidangan untuk keluarga.

Beberapa orang memilih air dingin sebagai minuman buka puasa, sementara yang lainnya mungkin memilih air hangat.

Setelah hampir 13 jam berpuasa, menahan lapar dan haus, air dingin menjadi minuman buka puasa yang menyegarkan. Tetapi sebaiknya buka puasa dengan air dingin atau air hangat?

Godaan Air Dingin

Siapa yang tidak tergoda dengan segarnya air dingin menjelang berbuka puasa. Kesegaran air dingin atau bahkan es membuat banyak orang memilih buka puasa dengannya.

Tetapi ternyata minuman buka puasa yang dingin tidak baik untuk tubuh. Menurut Praktisi gizi klinis dan olahraga, Rita Ramayulis, yang diterbitkan Kompas, mengatakan bahwa berbuka dengan minuman yang terlalu dingin akan membuat kerja lambung lambat karena harus menyesuaikan dengan suhu tubuh.

Selain itu, perut telah lama tidak diisi makanan ataupun minuman selama hampir 13 jam, lambung akan mengalami kontraksi atau kaget ketika langsung menerima air dingin.

Perut juga akan terasa kembung jika berbuka puasa langsung dengan minuman dingin. Sebaiknya pilih minuman buka puasa yang tak terlalu dingin dan tidak perlu pakai es batu.

Jika terlalu dingin, suhu air yang diminum akan terlalu lama menyesuaikannya dengan suhu tubuh.

Sebaiknya Hangat

Halaman
123
Editor: nurhayati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved