Disperindag Bentuk Tim Reaksi Cepat Awasi Barang di Pasar Tradisional dan Retail Moderen di Belitung

Selama hasil pengawasan ditemukan beberapa pangan atau makanan yang akan segera berjamur dan harga

Disperindag Bentuk Tim Reaksi Cepat Awasi Barang di Pasar Tradisional dan Retail Moderen di Belitung
Posbelitung/Yuranda
Disperindag Melakukan Pengawasan Produk Yang Beredar di Sejumlah Pasar Tradisional dan Retil Moderen. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, melakukan pengawasan terkait barang beredar di pasaran yang sudah tidak layak konsumsi dan tidak sesuai HET.

Hal tersebut di sampaikan Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Kemetrologian (Disperindag), Riza Aryani, Rabu (8/5/2019).

Riza Aryani membentuk Tim Reaksi Cepat dengan Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Tenaga Kerja Kabupaten Belitung, melakukan Pengawasan selama ramadan dan menyambut Idul Fitri dalam kegiatan kali ini, pihaknya akan memeriksa sejumlah pasar tradisional dan retail moderen yang ada di pulau Belitung.

Kegiatan ini telah dilakukan selama dua hari pada tanggal 6 Mei sampai 7 Mei 2019 kemarin. 

Selama hasil pengawasan ditemukan beberapa pangan atau makanan yang akan segera berjamur dan harga yang tidak sesuai dengan ketentuan Peraturan menteri perdagangan.

"Pangan yang sudah berjamur dan segera berjamur, seperti jeruk sunkis dan jagung. Kalau jeruk sunkis itu sudah berjamur sehingga tidak layak lagi di jual," kata Riza, kepada Posbelitung.co, Rabu (8/5/2019).

Riza melanjutkan, masih terdapat yang tidak sesuai dengan peraturan menteri perdagangan No 27 Tahun 2017, yang tidak menycantumkan harga dan jenis produk.

Agar mencantumkan jenis beras, seperti medium, premium yang khusus. Seperti peraturan menteri perdagangan No 58 tahun 2019 tentang kewajiban mencantumkan label pada kemasan beras atau produk lainnya.

"Barang-barang harus di atur harganya. Untuk minyak goreng masih dibawah HET, Gula sudah sesuai HET.

Walaupun ada sutu merk diatas HET beras DAAWET dengan harga Rp 258.000 sekarung lima kilogram, kami minta agar pemilik toko untuk menyesuaikan harganya dan mencantum jenis barangnya, " katanya.

Riza menjelaskan, ada beberapa pengan yang sudah tidak layak konsumsi, agar tidak untuk dijualkan lagi pihaknya akan menyuruh pelaku usaha untuk menarik produk tersebut agar di return atau di buang. 

Pengawasan ini dilakukan untuk memberi edukasi bagi pelaku usaha maupun konsumen agar selalu teliti dalam membeli dan menjualkan produknya.

Juga selalu memperhatikan barang sebelum memberi agar tidak kadarluarsa, untuk pelaku usaha agar paham terhadap produk yang mereka jual, sehingga konsumen tidak di rugikan.(Posbelitung/Yuranda)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved