Warga Kaget, Gardu Meledak Aliran Listrik Dipadamkan

ledakan yang cukup keras sebagian warga panik, seluruh aliran listrik di kawasan Jalan Gaparman No 7

Warga Kaget, Gardu Meledak Aliran Listrik Dipadamkan
Posbelitung/ Yuranda
Petugas PLN sedang melakukan pengecekan Gardu di Jalan Gaparman No 7 Kelurahan Tanjungpandan Kabupaten Belitung. 

POSBELITUNG.CO--Warga yang bermukim di kawasan Jalan Gaparman No 7 Kelurahan Lesung Batang, Tanjungpandan Kabupaten Belitung kaget dengan suara dentuman keras, Minggu (12/5/2019) malam.

Seketika itu juga listrik di kawasan itu langsung padam, ledakan yang cukup keras sebagian warga panik, seluruh aliran listrik di kawasan Jalan Gaparman No 7 Kelurahan Lesung Batang, Tanjungpandan Kabupaten Belitung, ikut padam.

"Tidak Tahu dari mana suaranya. Suara ledakan sangat keras dan kami di sini kaget. Setelah ledakan itu, lampu rumah kami padam semua. Kemungkinan ledakan itu dari gardu PLN, tapi Belum tahu pastingnya," ujar Yudi warga sekitar.

Ridwan satu di antara petugas PLN yang sedang mengecek kerusakan gargu menuturkan bahwa dentuman itu terdengar dari gardu yang sedang mereka cek di Jalan Gaparman No 7 Kelurahan Lesung Batang Tanjungpandan Kabupaten Belitung, tepatnya di terminal Tanjungpandan. Penyebab dentuman kemungkinan setelah tersambar petir siang kemarin.

"Setelah kami cek kemungkinna trafonya yang rusak, sedangkan komponen lain tidak ada yang rusak, penyebabnya karena setelah tersambar petir, setelah daya tambah pada malam ini maka terjadilah dentuman ini, kalau untuk penyebab lain tidak ada," kata Ridwan.

Ridwan melanjutkan, untuk menggantikan trafo ini sedang melakukan Konfirmasi ke PLN terlebih dahulu, bagaimana solusinya, kalau memang harus di eksekusi malam ini, maka PLN bisa cari pekerja tambahan untuk melakukan pergantian gardu.

"Mau tidak mau tetap harus dihidupkan, paling nanti di manuver lewat trafo lain, yang mengetahui melakukan manuver orang gardu yang tahu, orang gardu yang mengetahui beban mana yang terlau kecil, sehingga bisa di manuver," tambahnya.

Ridwan menjelaskan lagi, trafo tersebut sudah meledak dua kali. Sehingga, mereka tidak berani untuk melakukan perbaikan. 

"Pertama kami ganti ke enam amper komponennya meledak lagi, dan ganti lagi dengan yang baru terjadi ledakan lagi. Trafo ini memakai 160 KPA," pungkasnya.

(Posbelitung/Yuranda)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved