Marah Bisa Picu Penyakit, Mulai Sekarang Kendalikan Emosi

Meski penelitian ini dilakukan pada populasi yang lebih tua, penting bagi orang-orang yang lebih muda untuk memperhatikannya.

Marah Bisa Picu Penyakit, Mulai Sekarang Kendalikan Emosi
Shutterstock
Ilustrasi marah 

POSBELITUNG.CO - Kita semua tahu bahwa apa yang kita pikirkan memiliki dampak langsung pada perasaan kita.

Jika kita memikirkan banyak hal negatif, misalnya, ada kemungkinan kita akan mulai merasakan ketegangan secara fisik.

Tetapi, bagaimana pikiran itu bisa mempengaruhi kesehatan kita dari waktu ke waktu?

Sebuah studi baru yang dilakukan oleh American Psychological Association menemukan bahwa kemarahan membawa dampak yang lebih merugikan daripada kesedihan ketika dikaitkan dengan risiko peradangan dan penyakit kronis pada orang-orang tua.

Untuk menemukan ini, para peneliti mempelajari sekelompok orang dewasa berusia 59 hingga 93 tahun dan mencatat frekuensi perasaan marah dan sedih mereka.

Kemudian, para peneliti bertanya apakah mereka memiliki penyakit kronis dan juga menguji tingkat peradangan yang mereka alami.

"Kami menemukan bahwa kemarahan setiap hari sangat erat kaitannya dengan risiko tingkat peradangan dan penyakit kronis yang lebih tinggi untuk orang yang berusia 80 tahun ke atas, tetapi tidak untuk usia yang lebih muda," kata salah satu penulis studi Carsten Wrosch, Ph.D., dari Concordia University.

Di sisi lain, kesedihan tidak berkaitan dengan risiko peradangan maupun penyakit kronis.

Studi menunjukkan bahwa mereka yang berusia di bawah 80 tahun lebih tidak rentan karena mereka merasa seolah masih dapat mengambil suatu tindakan untuk mengontrol amarah mereka.

Sedangkan orang tua berusia 80 tahun ke atas mungkin tidak memiliki kemampuan untuk membuat perubahan seperti cepat, sehingga emosi negatif bisa cepat terbangun.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved