Berita Belitung

Pihak Imingrasi Belum Tahu Informasi Tentang Cacar Monyet

Shalahuddin Al Ayubi mengaku belum pernah mendengarkan penyakit seperti cacar monyet (Monkeypox) yang sedang ramai dibicarakan.

Pihak Imingrasi Belum Tahu Informasi Tentang Cacar Monyet
Posbelitung/Yuranda
Petugas Kantor Imigtasi Kelas II TPI Tanjungpandan Kabupaten Belitung. 

POSBELITUNG.CO-- Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Tanjungpandan, Shalahuddin Al Ayubi mengaku belum  pernah mendengarkan penyakit seperti cacar monyet (Monkeypox) yang sedang  ramai dibicarakan.

Ia  bingung untuk mencegahnya, karena penyakit tersebut belum pernah diketahuinya. Shalahuddin justru menyarankan agar Bangkapos.com menemui pihak karantina atau ke dinas kesehatan terkait dengan penyakit cacar monyet.

Shalahuddin tidak bisa menjelaskan terkait dengan penyakit cacar monyet (Monkeypox) yang sedang beredar, yang sudah  masuk ke negara Singapura.

"Saya bingung mau jelas apa, soalnya baru pertama kali dengarnya," kata Ayubi, kepada posbelitung.co, Selasa (14/5/2019).

WNA yang Masuk Ke Belitung Meningkat

Kepala Seksi Lalu Lintas dan Izin Tinggal Keimigrasian, Tanjungpandan, Oktya Hartari Putri mengatakan, warga negara asing (WNA) yang datang ke Belitung sangat meningkat terlihat dari data yang dimiliki pada Tahun 2016 sebanyak 183 WNA, sedangkan Tahun 2017  sebanyak 209 WNA, di Tahun 2018 sebanyak 244 WNA.

"Sedangkan tahun 2019 dari Januari - April baru mencapai 351 WNA, peningkatan ini sejak ada pesawat Garuda ke Singapura itu, mengalami peningkatan," kata Oktya.

Menurutnya WNA yang masuk ke Belitung itu bebas visa. Kebetulan pihaknya juga menangani data perlintasan orang atau WNA yang datang Ke Belitung. Untuk negara yang subjeck bebas visa, bisa dikunjungi maksimal 30 hari dimulai dari pertama datang ke tempat tersebut.

"Biasanya wisatawan asing itu kesini, hanya sampai tiga sampai dengan empat hari saja, paling lama seminggu. Jadi mereka datang kesini bawah paspor terus kita cap kedatangan, tiga atau empat hari depan mereka berangkat lagi ke Singapura," katanya.

Lanjutnya, mereka tidak mengurus izin tinggal di Belitung tetapi bagi yang mengurus izin tinggal di Belitung biasanya tenaga kerja asing dari pihak perusahaan.

Disisi lain untuk kepengurusan paspor syarat-syarat yang diperlukan yakni E-KTP, kartu kartu keluarga dan akta kelahiran kalau tidak mempunyai akta bisa digantika ijazah sekolah, seperti SD, SMP, SMA gunakan salah satunya saja yang mencantumkan nama orang tua.

"Salah satu ijazah yang diperlukan kalau tidak SMP maka ijazah SMA," tambahnya

Namun diakui Oktya untuk pembuatan paspor ada kendala untuk minggu ini. Kendalanya karena ada peralihan sistem pelayanan SIMKIM mereka yang mengalami update atau pembaruan versi 1 ke versi 2, ini dialami seluruh kantor imigrasi se-Indonesia.

Hal ini terjadi karena adanya peralihan server dan peralihan sistem pihaknya, ada ganguan yang harusnya paspor tiga hari kerja langsung jadi setelah melakukan pembayar, ini menjadi molor lebih lama.

"Kemungkinan seminggu ini saja, mudah-mudahan minggu depan sudah mulai bisa lagi," harap Oktya. (Posbelitung.co/Yuranda).

Penulis: Maggang (mg)
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved