Pemilu 2019

Sandiaga Uno Nilai Pelaksanaan Pilpres 2019, Pemilu Paling Mematikan Sepanjang Sejarah.

Sandiaga Uno menyebut pelaksanaan Pilpres 2019 pemilu paling mematikan sepanjang sejarah.

Sandiaga Uno Nilai Pelaksanaan Pilpres 2019, Pemilu Paling Mematikan Sepanjang Sejarah.
Tribunnews/Jeprima
Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo dan Maaruf Amin bersama Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno saat mengikuti acara Debat Pertama Capres dan Cawapres di Gedung Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). Debat Pertama ini mengangkat isu Hukum, HAM, Korupsi dan Terorisme. 

POSBELITUNG.CO--  Banyaknya  petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia selama pelaksanaan Pemilu 2019 menjadi perhatian calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno.

Dia menyebut pelaksanaan Pilpres 2019 pemilu paling mematikan sepanjang sejarah.

Pernyataan Sandiaga Uno disampaikan dalam acara bertajuk  "Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pilpres 2019" yang digelar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Acara tersebut digelar di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Pada kesempatan itu Sandi menyampaikan belasungkawa kepada sejumlah keluarga petugas KPPS yang meninggal.

Satu di antara yang disebutkan adalah keluarga ibu Evi yang ditinggal suama.

 "Kebahagiaan Ibu Evi untuk menyambut hari raya Idul Fitri 1440 H bersama Bapak Umar Hadi tidak bisa terlaksana. Insya Allah Pak Umar Hadi Husnul Khotimah," kata Sandiaga diansir TribunWow.com dari video tersebut.

Sandi lantas menyebutkan, dari jumlah korban, pemilu 2019 ini merupaka pemilu yang paling banyak memakan korban.

"Dari jumlah korban, dengan pahit kita harus menerima kenyataan bahwa inilah pemilu yang paling banyak memakan korban. Pemilu yang paling mematikan sepanjang sejarah Indoesia," kata Sandi.

Sandi memaparkan, peristiwa ini harus menjadi pelajaran agar kedepan tak terjadi hal-hal serupa.

Jenazah anggota KPPS 13 Perum Hegarmanah, Cianjur. Meninggal diduga kelelahan usai menjalankan tugas di TPS.
Jenazah anggota KPPS 13 Perum Hegarmanah, Cianjur. Meninggal diduga kelelahan usai menjalankan tugas di TPS. ((KOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN))

"Suatu pelajaran yang amat mahal yang harus kita jadikan bekal bagi perbaikan penyelenggaraan pemilu di waktu-waktu mendatang," tegas dia.

Halaman
12
Editor: nurhayati
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved