Cegah Lonjakan Harga Daging Sapi, Satgas Pangan dan Pemkab Beltim Gandeng Pengusaha

Ini tidak ada paksaan kepada siapapun, tetapi mencoba mengajak mereka memanfaatkan dana CSR untuk membantu pemerintah

Cegah Lonjakan Harga Daging Sapi, Satgas Pangan dan Pemkab Beltim Gandeng Pengusaha
posbelitung/suharli
Satgas pangan bersama pemerintah daerah dan pelaku usaha melakukan rapat koordinasi, rencana stabilisasi penurunan harga daging sapi jelang hari raya Idulfitri, bertempat di Mapolres Belitung Timur, Jumat (17/5/2019). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG  -Guna mencegah lonjakan harga daging sapi, Satgas pangan bersama pemerintah daerah dan pelaku usaha melakukan rapat koordinasi, rencana stabilisasi penurunan harga daging sapi jelang hari raya Idulfitri, bertempat di Mapolres Belitung Timur, Jumat (17/5/2019).

Rapat tersebut dipimpin oleh Kapolres Beltim AKBP Erwin Siboro dan turut pula dihadiri Wakil Bupati Beltim Burhanudin beserta pelaku usaha yang ada di Belitung Timur.

Wakil Bupati Beltim, Burhanudin (Aan) menyampaikan harga daging sapi dipasaran belum bisa diprediksi dihari H nanti, meskipun pemeritah telah menetapkan HET,

menurutnya yang terjadi selama ini dari HET yang sudah ditetapkan, kenyataannya masih banyak penjual yang menjual berlebih dari harga HET.

Menurut Aan adi dalam rapat tersebut mencoba menyatukan pendapat kesepemahaman pemikiran terlebih dahulu,

Dimana pemerintah bersama dengan stakeholder daerah dalam hal ini pihak swasta sebagai mitra pemerintah, untuk bersama-sama melakukan melakukan pengumpulan dana, untuk membantu masyarakat menjaga stabilitas harga daging sapi menjelang Idulfitri.

"Ini tidak ada paksaan kepada siapapun, tetapi mencoba mengajak mereka memanfaatkan dana CSR untuk membantu pemerintah dalam rangka menstabilkan harga kebutuhan pokok di Belitung Timur," ujar Aan.

Aan juga menjelaskan bantuan dari perusahaan-perusahaan dan pengusaha tersebut dalam bentuk sapi hidup yang sebelumnya sudah dibeli dari mereka terlebih dahulu, yang mana pada prakteknya nanti sapi tersebut akan dipotong sama-sama dirumah potong, baru diperjualkan dengan masyarakat.

"nah tentunya nanti akan timbul pertanyaan uang pembelian daging sapi tersebut akan diapakan, jadi uang hasil penjualan daging tadi akan diputar lagi dalam sembako murah yang diperuntukan bagi masyarakat kembali, seterusnya berkelanjutan seperti itu hinga habis," jelas Aan.(*)

Penulis: Suharli
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved