Dua Tokoh Muda Korea Ini Promosikan Islam di Negeri Ginseng,

Adalah Omar Choi dan Ayana Jihye Moon, dua tokoh muda Korea yang mempromosikan Islam dengan pendekatan hallyu

Dua Tokoh Muda Korea Ini Promosikan Islam di Negeri Ginseng,
Instagram
Ayana Jihye Moon (Instagram) 

POSBELITUNG.CO-- Gaya hidup hedonis di Korea Selatan dengan budayanya sudah sangat tersohor dengan drama, musik KPop, juga teknologinya memoles cantik wajah melalui operasi plastik sudah terkenal di Negeri Ginsel ini. 

Namun dibalik gemerlap kehidupan glamour tersebut, ternyata budaya Korea ini berperan penting dalam perkembangan Islam di negeri ini.

(gelombAdalah Omar Choi dan Ayana Jihye Moon, dua tokoh muda Korea yang mempromosikan Islam dengan pendekatan hallyu ang ekspansi budaya populer Korea Selatan ke berbagai negara).

Bagaimana cara Omar Choi dan Ayana Jihye Moon mengenalkan Islam?

Yuk simak paparannya seperti dikutip Tribunnws.com dari Gana Islamika

Omar Choi dan Ayana Jihye Moon, dua tokoh muda Korea lainnya yang mempromosikan Islam dengan pendekatan hallyu (gelombang ekspansi budaya populer Korea Selatan ke berbagai negara)
Omar Choi dan Ayana Jihye Moon, dua tokoh muda Korea lainnya yang mempromosikan Islam dengan pendekatan hallyu (gelombang ekspansi budaya populer Korea Selatan ke berbagai negara) 

 Omar Choi
Omar Choi, yang sebelumnya bernama Daesik Choi adalah salah satu anak muda Korea Selatan yang mempromosikan Islam dengan cara yang unik, yakni dengan kuliner.

Bekerja sama dengan Seoul Tourism Organization, Omar mengunjungi restoran-restoran halal di Seoul dan mengunggah video dokumentasinya ke YouTube, yang berjudul “From Kebab to Kebab” (dari Kebab ke Kebab).

https://ganaislamika.com/wp-content/uploads/2018/03/Omar-1-400x500.png
Gaya Omar yang seperti kebanyakan anak muda Korea lainnya memudahkan dia untuk lebih diterima. Photo: Instagram @everydaesik

Selain itu, Omar juga seseorang yang aktif di Instagram (nama akunnya adalah @everydaesik) dengan followers-nya yang mencapai 29 ribu lebih.

Walaupun eksplorasi kulinernya kebanyakan dilakukan di Korea, tapi dia juga melakukannya di berbagai negara, seperti di Arab Saudi, Qatar, Malaysia, dan Indonesia.

Andai pun dia tidak menemukan restoran yang berlabel halal, paling tidak dia mencari restoran yang tidak mengandung bahan-bahan yang dilarang di dalam ajaran Islam, seperti minyak babi dan alkohol misalnya.

Halaman
1234
Editor: nurhayati
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved