Penerimaan Peserta Didik Baru

Sekolah Swasta Belitung 'Cemas' Minim Siswa Baru

Sejumlah SMA/SMK swasta di Tanjungpandan, Kabupaten Belitung dirundung kecemasan jelang memasuki waktu Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Pos Belitung/Wahyu Kurniawan
Kepala SMK Swakarya Tanjungpandan Sudiyanto 

Laporan Wartawan Pos Belitung Wahyu Kurniawan

POS BELITUNG,TANJUNGPANDAN – Sejumlah SMA/SMK swasta di Tanjungpandan, Kabupaten Belitung kini dirundung kecemasan jelang memasuki waktu penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun pelajaran 2015/2016. Pasalnya, pemenuhan kuota siswa baru diprediksi akan semakin sulit dibandingkan tahun lalu.

Kepala SMA PGRI Jalili mengatakan, tahun lalu sekolahnya mendapatkan 126 siswa yang dibagi ke dalam 3 kelas. Tahun ini rencananya, pihak sekolah akan membuka empat kelas baru dengan jumlah siswa per kelas sebanyak 40 orang.

“Tapi kami ini agak khawatir, khususnya setelah dengar rencana sekolah negeri untuk nambah kelas baru, kalau memang benar, jumlah siswa yang ke swasta jelas berkurang,” kata Jalili kepada Pos Belitung, Kamis (7/5).

Kekhawatiran yang sama juga diungkapkan oleh Kepala SMA Muhammadiah Tanjungpandan Sutiawati. Ia mengatakan, tahun lalu pihaknya hanya mendapatkan 25 siswa untuk satu kelas. Rencananya tahun ini pihak sekolah akan membuka dua kelas baru.

“Tapi kayaknya untuk dapat satu kelas aja susah, karena sekolah negeri buka kelas baru, SMK 1 rencananya nambah satu kelas, SMK 3 malah nambah 3 kelas,” kata Sutiawati kepada Pos Belitung, Kamis sore.

Sekalipun cemas, tak semua sekolah swasta putus asa menghadapi rencana penambahan kelas di sejumlah sekolah negeri. Contohnya, SMK Swakarya Tanjungpandan. Sekolah ini berencana membuka jurusan baru untuk menarik minat siswa lulusan SMP.

Kepala SMK Swakarya Sudiyanto mengatakan pihaknya akan membuka jurusan teknik komputer jaringan untuk melengkapi jurusan akuntansi yang sudah ada sebelumnya. Selain itu, fasilitas sekolah juga akan ditambah dengan mengadakan laboratorium komputer dan perpustakaan.

“Kalau dibilang cemas, ya jelas kita cemas, tapi kami juga tidak boleh pasrah gitu aja, kami juga akan berusaha menyakinkan masyarakat bahwa sekolah swasta juga layak untuk belajar,” kata Sudiyanto ketika ditemui Pos Belitung di ruang kerjanya, Kamis sore.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, SMK Negeri 1 Tanjungpandan berencana menambah kelas pada PPDB nanti dari yang semula sembilan kelas menjadi 10 kelas pada tahun ini. Setiap kelas maksimal diisi oleh 32 siswa baru. Selain itu pihak sekolah juga berencana menambah empat program keahlian yang sudah ada dengan satu program baru yakni jurusan perbankan.

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved