Breaking News:

Kasus Demam Berdarah Dengue

Ayah Pasien DBD Bingung Biaya Berobat

Harun, ayah bocah tiga tahun yang menjadi pasien DBD di Kabupaten Belitung kebingungan mengatasi biaya pengobatan. Namun demikian, ia terus berusaha.

Penulis: Dede Suhendar
Editor: Edy Yusmanto
Ayah Pasien DBD Bingung Biaya Berobat
Ilustrasi foto

Laporan Wartawan Pos Belitung Dede Suhendar

POSBELITUNG.COM, TANJUNGPANDAN -- Pasca rawat inap yang dijalani Nasywa Harunita Putri (3), sang ayah, Harun mengaku kebingungan dengan mahalnya biaya perawatan. Hal ini dikarenakan, anaknya belum terdaftar sebagai pasien BPJS.

Untuk gambaran biaya semenjak pertama di UGD, Harun sudah mengeluarkan uang sebesar Rp 500.000 untuk keperluan obat. Jumlah tersebut belum termasuk biaya rawat inap, cek dokter dan rincian lainnya.

"Sebenarnya sudah BPJS, tapi belum aktif. Karena baru bikin waktu dia demam awal. Karena katanya BPJS itu aktif setelah 7 hari pembayaran," ujar Harun kepada posbelitung.com.

Ketika ditanya masalah pembayaran, ia hanya menjawab belum tahu. Karena, lanjutnya, untuk saat ini profesi Harun bisa dikatakan sebagai buruh harian.

"Pening juak bang kiape bayarnye. Maklum lah saya ini kan tidak ada pekerjaan tetap. Tapi kalau demi kesembuhan anak, bisa diusahakan,"ungkapnya.

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved