Deman Berdarah
DBD Makan Korban Nyawa di Bumi Laskar Pelangi
Pasien berumur 65 tahun, warga Tanjungpandan tersebut sempat masuk ruang ICU dengan status menderita Syndrom Shock Dangue (SSD)
Penulis: Dede Suhendar | Editor: Rusmiadi
Laporan Wartawan Pos Belitung Dede Suhendar
POSBELITUNG.COM, TANJUNGPANDAN - Demam berdarah dengue (DBD) telah memakan karban nyawa di Kabupaten Belitung, berdasarkan data pasien DBD yang menjalani perawatan di RSUD Marsidi Judono, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.
Sepanjang bulan Mei 2015 mencapai 45 orang pasien yang dirawat, belum termasuk pasien penderita DBD yang meninggal dunia pada tanggal 5 Mei 2015. Pasien berumur 65 tahun, warga Tanjungpandan tersebut sempat masuk ruang ICU dengan status menderita Syndrom Shock Dangue (SSD)
Direktur RSUD Marsidi Judono, Tanjungpandan dr. Hendra, SpAn mengatakan, pasien tersebut masuk sudah mengalami syndrom pada pukul 03.00 WIB dini hari. Sehingga, lanjutnya, pihak rumah sakit kesulitan dalam penanganan.
"Pasien tersebut statusnya memang sudah syndrom atau SSD. Dan kalau sudah SSD itu sudah DBD pada fase kritis. Kemungkinan untuk selamat sangat kecil. Jadi memang terlambat penanganan dari rumah," bebernya.
Ia menghimbau kepada masyarakat, jika terjadi demam tinggi segera bawa ke pusat kesehatan atau rumah sakit. Mengingat DBD sangat sulit dibedakan dengan demam biasa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/demam-berdarah_20150528_120140.jpg)