Opini

Ijazah Palsu Coreng Wajah Pendidikan Indonesia

Ijazah palsu mencoreng wajah pendidikan Indonesia. Pendidikan bukan sesuatu yang bisa dibeli dengan mudah, melainkan dengan usaha keras dan belajar.

Editor: Edy Yusmanto
Ijazah Palsu Coreng Wajah Pendidikan Indonesia
google
Ilustrasi foto

Jika dipandang dari segi Etika, menurut John Rawls dalam buku Business Ethics: Concepts and Cases karangan Manuel G. Velasquez yang mengusung Keadilan Retributif (Retributif Justice) menyatakan, bahwa hukuman yang diberikan kepada orang yang bersalah haruslah adil.

Jika pembuat/pengedar dan pengguna ijazah palsu terbukti bersalah, maka haruslah dihukum sesuai dengan kejahatan yang telah dilakukannya. Seorang pejabat atau pemimpin yang terbukti menggunakan ijazah palsu dalam menduduki suatu jabatan tertentu, tentu saja hal tersebut melanggar etika, karena telah berlaku egoisme dimana teori ini diusung oleh Rachels.

Egoisme berarti seseorang melakukan apa yang sesungguhnya paling menguntungkan bagi dirinya, atau tindakan yang dilandasi oleh kepentingan diri sendiri. Jadi pelaku pengguna ijazah palsu ini berusaha untuk mendapatkan dengan ijazah abal abal tersebut untuk kepentingannya sendiri.

Sebenarnya apakah sebegitu penting nya ijazah tersebut?. Apakah memiliki ijazah merupakan jaminan orang tersebut pasti bisa kerja?. Menjadi wakil rakyat yang duduk di DPR pun, tidak dipersyaratkan harus sarjana, lulusan SMA pun bisa untuk mencalonkan diri menjadi wakil rakyat.

Sekarang yang menjadi pertanyaan nya, bagaimana kualitas orang tersebut?. Apakah lebih baik dengan orang yang lulusan sarjana atau malah tambah buruk ?.

Terlepas dari itu semua, banyak juga tokoh dunia yang bisa sangat sukses, walaupun tanpa gelar dan lulusan sarjana, seperti Bill Gates salah satu pendiri raksasa perangkat lunak Microsoft, telah menempati ranking teratas orang terkaya di dunia dia drop out dari Harvard di tahun pertama kuliahnya.

Contoh lainnya adalah Walt Disney yang drop out dari sekolah tinggi pada usia 16 yang lalu, mendirikan Walt Disney Company dan memenangkan Presidential Medal of Freedom, Disney menerima kehormatan ijazah sekolah menengah pada usia 58. Dari Indonesia pun banyak yang bisa sukses tanpa ijazah diantara nya Alm. Bob Sadino.

Pendidikan formal juga sangat penting, namun kenyataan yang ada adalah banyak ilmu diluar jalur akademis, yang sangat diperlukan untuk bisa menjadikan seseorang jadi sukses.

Tipsnya belajar yang rajin, supaya bisa masuk universitas yang diinginkan, terus nanti akan dapat pekerjaan yang bagus. Tentukan apa yang anda inginkan dalam hidup ini, setelah itu pikirkan jalan menuju kesana.

Saya yakin banyak jalan yang halal dan benar, yang bisa membuat kita mencapai apa yang kita inginkan. Agar negara ini menghasilkan manusia yang beretika dan professional di bidang nya.

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved