Breaking News:

Menpar Sebut KEK Pariwisata Belitung Bakal Dibangun

Menteri Pariwisata (menpar) RI Arief Yahya sempat menyaksikan penandatanganan Memmorandum of Understanding (MoU) antara BUMN Wika dengan Darmawangsa.

Editor: Rusmiadi
POS BELITUNG/AL ADHI SETYANTO
BEREBUT LAWANG - Tradisi berebut lawang dari adat istiadat perkawinan Belitong, yang digelar untuk menyambut kedatangan Menteri Pariwisata (menpar) RI Arief Yahya, dalam rangkaian penyambutan Ekspedisi Kapsul Waktu (EKW), di dekat Hotel Lor In, Desa Tanjung Tinggi Kecamatan Sijuk, Selasa (13/10). 

KEK Pariwisata Belitung Bakal di Bangun
POSBELITUNG.COM, SIJUK - Menteri Pariwisata (menpar) RI Arief Yahya sempat menyaksikan penandatanganan Memmorandum of Understanding (MoU) antara BUMN Wika dengan Darmawangsa, berkaitan dengan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Belitung.
"Jadi mimpi aja tidak cukup, imajinasi aja nggak cukup. Hanya imajinasi dan aksi yang bisa merubah dunia," kata Arief, dalam penyambutan Ekspedisi Kapsul Waktu (EKW), di dekat Hotel Lor In, Desa Tanjung Tinggi Kecamatan Sijuk, Selasa (13/10).
Menurutnya, lahan seluas 400 hektar di kawasan Tanjung Kelayang sangat berpotensi untuk dikembangkan kepariwisataannya. Saat ini upaya pengembangan kawasan tersebut baru akan diusulkan ke Dewan KEK Nasional untuk menjadi KEK.
"Saya juga sarankan memang harus KEK karena akan dapat insentif banyak dari pemerintah. Terutama infrastruktur, yang kedua fiskal. Contohnya dia akan bebas tax holiday selama enam tahun. Tidak ada tax-nya. Tidak ada pajaknya. Lalu non fiskal pelayanannya satu atap. Jadi seluruh unsur pemerintahan akan ada di Kawasan Ekonomi Khusus itu. Itu akan mempermudah investor untuk investasi di Indonesia," paparnya.
Saat ini pengembangan kawasan tersebut masih terkendala analisis dampak lingkungan (amdal) yang belum selesai. Arief menargetkan amdal tersebut selesai dalam waktu tiga bulan ini.
"Semoga, tadi malam saya dengar juga penyataan dari Pak Franky Sibarani kalau amdal sedang diajukan atau dikerjakan, asal izin prinsipnya sudah keluar paralel kita sudah bisa memulai."
Saat ditanya terkait nilai investasi untuk pengembangan Tanjung Kelayang, Arief mengaku belum mengetahui. Ia hanya membandingkan nilai investasi di beberapa daerah lain yang mencapai puluhan triliun. Ia berharap dengan luasan lahan mencapai 400 hektar, maka nilai investasi yang masuk juga besar.
"Investasinya, nah itu belum saya tanya. Nanti saya tanyakan. Tapi gambaran yang ada itu di Tanjung Lesung itu sekitar 75 triliun, di Manalika itu 35 triliun. Di sini itu 400 hektar itu kamu bayangkan sama dengan Nusa Dua. Nusa Dua itu 350 hektar. Ini 400 hektar," jelasnya.

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved