Breaking News:

Museum Layang-Layang Indonesia Bawa 500 Kg Layangan Ke Beltim

Para pecinta layang-layang dari berbagai negara juga ikut andil, seperti dari Swedia, Thailand, Belanda dan Malaysia

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Rusmiadi
POSBELITUNG/DEDY Q
LAYANGAN - Beragam rupa layangan menghiasi langit Pantai Serdang, Desa Baru Manggar, saat berlangsung Festival Layang-Layang Beltim 2015 yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Beltim, Rabu (14/10/2015) (POSBELITUNG/DEDY Q) 

POSBELITUNG.COM, MANGGAR - Museum Layang-Layang Indonesia membawa 500 kilogram (kg) layangan, untuk meramaikan Festival Layang-layang di Pantai Serdang, Manggar, Belitung Timur, sejak Selasa (13/10/2015) hingga Rabu (14/10/2015) kemarin.

Tak hanya rombongan Museum Layang-layang Indonesia. Para pecinta layang-layang dari berbagai negara juga ikut andil, seperti dari Swedia, Thailand, Belanda, dan Malaysia.
Boy mengatakan seluruh peserta membawa layangan seberat 500 kilogram dengan berbagai jenis layangan.
"Kami bawa layangan 500 kilo. Sengaja kami ajak rombongan dari luar negeri karena kami ingin Beltim ini go international," kata Boy Nugroho, pimpinan rombongan Museum Layang-layang Indonesia, Rabu (14/10/2015).
Layangan menyerupai ikan pari diberinama Megaray, berukuran panjang 42 meter, merupapakan
layangan tersbesar dalam festival kali ini. Kondisi angin di Pantai Serdang yang tidak terlalu kencang, membuat layang-layang ikan pari ini gagal melayang tinggi di udara Pantai Serdang.

Sebelum lomba, panitia lomba layang-layang memberikan workshop kepada para pelajar di Pantai Serdang. Materi seputar sejarah dan cara membuat layang-layang.

"Nanti materinya umum terkait layang-layang untuk jenis veperpol dan diamond. Kalau diamond itu seperti layangan buat aduan," katanya.

Usai mendapat materi, peserta workshop berkesempatan menerbangkan layang-layang yang disiapkan panitia.Boy mengaku sudah empat kali berkunjung ke Beltim dalam kegiatan yang sama. Ia menilai Beltim sangat cocok sebagai destinasi pariwisata, walaupun masih butuh perbaikan di beberapa sisi.

"Makanya kami mengajak rombongan dari negara lain, karena kami ingin Beltim ini go international," tegasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Beltim, Helly Tjandra mengatakan Festival Layang-Layang Beltim 2014 diikuti peserta dari empat negara, yakni Malaysia dan Singapura, Rusia, dan Filiphina. Sedangkan pada tahun 2015 ini, Festival Layang-Layang Beltim diikuti enam negara. Lima diantaranya adalah Malaysia, Amerika, Thailand, Belanda, Swedia.

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved