Breaking News:

Kebutuhan Pokok Beltim Dipasok dari Tanjungpandan

Stok barang kebutuhan pokok, termasuk gas elpiji untuk Kabupaten Belitung Timur (Beltim) dipasok dari Tanjungpandan

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Edy Yusmanto
Kebutuhan Pokok Beltim Dipasok dari Tanjungpandan
google
Ilustrasi foto

Laporan Wartawan Pos Belitung Dede Suhendar

POSBELITUNG.COM, BELITUNG TIMUR - Stok barang kebutuhan pokok, termasuk gas elpiji untuk Kabupaten Belitung Timur (Beltim) dipasok dari Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Maka wajar bila keberadaan agen di Beltim jumlahnya sedikit.

Pernyataan tersebut dikatakan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Beltim, Syahrial kepada posbelitung.com, Kamis (15/10/2015).

"Jadi untuk kebutuhan seperti beras, gas dan lainnya itu rata rata dari Tanjungpandan. Agen tunggalnya di sana. Boleh dikatakan di Beltim ini tidak ada agen, kecuali eceran," kata Syahrial.

Dalam hal pengawasan, kata Syahrial, Disperindagkop biasanya menurunkan tim bersama Polres Beltim. Pengawasan tersebut terkait harga jual ataupun kondisi barang yang diperdagangkan.

"Kalau misalnya terkait harga gas, kami buat laporannya seputar harga saja," katanya.

Kebijakan mengenai harga, selama tidak berbeda jauh dengan Tanjungpandan yang menjadi wilayah pemasok, menurut Syahrial sah sah saja. Mengingat Kabupaten Beltim termasuk daerah kepulauan yang membutuhkan biaya lebih untuk mendatangkan barang.

Namun dalam hal isi atau konten barang seperti gas, menurut Syahrial pihaknya belum memiliki alat ukur.

Walaupun pada dasarnya masih termasuk tupoksi kabupaten, sehingga untuk keperluan tersebut

Disperindagkop Beltim meminta bantuan kepada pemerintah provinsi.

"Malah kalau untuk ngukur takaran minyak tanah, kami buat surat dulu ke provinsi. Jadi memang alatnya belum ada. Jadi nanti tinggal nunggu timnya turun," katanya.

Ia menilai konsumsi gas untuk wilayah Kota Manggar terbilang cukup lumayan. Namun Kabupaten Beltim sendiri belum siap untuk menjalan kebijakan konversi minyak tanah ke gas. Hal ini terbukti ketika masyarakat mengantre pada saat pembagian minyak tanah.

"Tetap minyak tanah masih dominan, berarti kebutuhannya masih cukup tinggi. Kalau yang pakai gas itu kan hanya di rumah makan, pedagang atau kalangan tertentu saja," katanya. (n1)


Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved