Naik Ojek Laut Bayar Rp 20.000 Per Orang, Sensasinya Seru

Jika cuaca sedang bagus pada bulan bulan Maret hingga Desember, para tukang ojek laut ini mangkal di wilayah Pelabuhan Tanjung Gudang.

Naik Ojek Laut Bayar Rp 20.000 Per Orang, Sensasinya Seru
Bangka Pos/Iwan Satriawan
Sejumlah penumpang bersiap menggunakan jasa ojek laut di wilayah Pelabuhan Tanjung Gudang, Belinyu, Kabupaten Bangka, Selasa (13/10/2015) lalu. 

Laporan Wartawan Pos Belitung Iwan Satriawan

POSBELITUNG.COM, BANGKA - Aktivitas ojek laut di dermaga Tanjung Gudang ini sudah berlangsung sejak lama dan merupakan bagian tak terpisahkan dari Pelabuhan Tanjung Gudang.

Jika cuaca sedang bagus pada bulan bulan Maret hingga Desember, para tukang ojek laut ini mangkal di wilayah Pelabuhan Tanjung Gudang.

Namun pada saat cuaca sedang buruk diiringi angin kencang, mereka biasanya pindah ke wilayah Mantung.
Ojek laut tersebut menjadi jembatan penghubung bagi warga yang hendak menuju Tanjung Ru Desa Bakit Kecamatan Parittiga Bangka Barat dan dari arah sebaliknya.

Dengan biaya Rp 20.000 per penumpang dan Rp 100.000 per sepeda motor, para penumpang berlayar sekitar 15 menit di perairan Teluk Kelabat guna mencapai Tanjung Ru atau dari Tanjung Ru ke Tanjung Gudang.

"Sekarang lagi sepi. Kadang narik dan dua hari tidak narik. Paling seminggu dapat bersihnya Rp 200 ribu. Kalau dulu bisa dapat Rp 500 ribu," kata Soleh, seorang tukang ojek laut Tanjung Gudang baru baru ini.

Ia menjelaskan, sepinya penumpang yang menggunakan jasa mereka tersebut sudah berlangsung sejak lebaran Idul Fitri lalu. Mereka sendiri tidak tahu apa yang menjadi penyebab sepinya pengguna ojek laut saat ini.

"Musim seperti ini minggu saja sepi, lebaran juga sepi, padahal biasanya lebaran banyak yang ziarah ke Bakit. Enak kalau Pompongnya punya sendiri, ini punya orang. Dapat 50 ribu dibagi dua," jelasnya.

Menurut Soleh rekan rekannya yang menjadi tukang ojek laut di Tanjung Gudang ada delapan orang. Mereka sudah ada aturan sendiri saat mengais rejeki sebagai tukang ojek laut. Tidak pernah mereka saling berebutan dalam mencari penumpang.

"Kalau pas ramai, satu pompong kan muat 10 orang, nah kelebihannya biasanya dioper ke kawan lain. Tidak ada saling rebutan lah," ujar Soleh. (Iwan Satriawan)


Penulis: tidakada016
Editor: edy yusmanto
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved