Breaking News:

Pelaksana Proyek Saluran Air Abaikan Telepon Dinas

Telepon Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PU Kabupaten Belitung Zuriyanto tidak direspon pelaksana proyek.

Penulis: Disa Aryandi | Editor: Edy Yusmanto
Pos Belitung/Disa Aryandi
ILUSTRASI FOTO: Saluran air (drainase) yang dibangun di pinggiran Jalan Sijuk, Desa Air Saga, Tanjungpandan, Belitung, Selasa (13/10/2015). 

Laporan Wartawan Pos Belitung Disa Aryandi 

POSBELITUNG.COM, BELITUNG - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Belitung belum mendapatkan jawaban dari pemilik proyek drainase di pinggir Jalan Patimura, RT 10/05, Desa Air Saga, Tanjungpandan.

Pihak PU sudah berupaya mengontak pengusaha proyek tersebut, tetapi belum direspon.

BACA: Naik Ojek Laut Bayar Rp 20.000 Per Orang, Sensasinya Seru

"Iya saya sudah nelepon dari tadi pelaksana pembangunan itu, tapi tidak diangkat angkat. Maksud saya, kalau bisa mengontak mereka, kita sama sama ke lapangan biar enak," kata Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PU Kabupaten Belitung Zuriyanto kepada posbelitung.com, Kamis (15/10/2015).

Pembangunan drainase itu telah selesai pengerjaannya Jumat (9/10/2015) pekan lalu. Rekomendasi pengerjaan itu dikeluarkan Dinas PU Kabupaten Belitung.

"Kemarin belum ke lapangan kami, maklum masih ada kerjaan yang lain. Nanti kalau saya sudah bisa menghubungi pihak pelaksana itu, saya kabari," ujarnya.

Terpisah, Ketua RT 10 Desa Air Saga, Pudin mengatakan, pelaksaan pembangunan drainase tersebut sebelumnya tidak pernah dikoordinasikan oleh pihak pelaksaan pembangunan. Bahkan, Ia secara pribadi telah menanyakan soal pembangunan tersebut kepada Pemerintah Desa Air Saga secara langsung.

"Tidak pernah juga koordinasi ke desa. Sosialisasi ke masyarakat sekitar juga tidak pernah. Pernah informasinya warga mau di panggil, cuma realisasinya sampai sekarang tidak ada," kata Pudin.

Menurut Pudin, pembangunan drainase telah dilakukan sejak tiga bulan belakang. Ia mengetahui, hanya ada rekomendasi dari dinas terkait mengenai pembangunan tersebut. Bahkan, ia sempat melacak mengenai pembangunan drainase itu baik ke Kementerian PU maupun PU Provinsi Babel.

"Tapi memang tidak ada. Warga di sini takutnya, jangan sampai banjir saja karena sudah mengubah penyaluran airan alir. Soalnya kalau banjir, itu bisa sampai Kampong Tembat. Apalagi ketika air laut pasang, dan hujan turun," ujarnya. (n3)

Selengkapnya baca edisi cetak POS BELITUNG Jumat (16/10/2015). 


Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved