Malpraktek Perbesar Alat Kelamin Pria di Indonesia Mencuri Perhatian Dunia

Banyak pria di Indonesia melakukan suntik memperbesar penis namun tidak mempertimbangkan medis.

Editor: Edy Yusmanto
net
Ilustrasi foto 

POSBELITUNG.COM - Dalam konferensi internasional yang digelar oleh para ahli urologi sedunia, atau Societe Internationale d'Urologie (SIU) di Melbourne, Indonesia mendapat banyak pengakuan.

Dua di antararanya adalah kasus memperbesar alat kelamin pria dengan suntikan berbahaya dan penggunaan teknologi yang dianggap terjangkau dalam menangani kasus berkaitan saluran kemih.

Cukup banyak pria di Indonesia yang menginginkan ukuran kelaminnya lebih besar, tapi banyak pula diantara mereka yang melakukannya tanpa pertimbangan medis.

Kasus parafinoma, atau memperbesar penis dengan suntikan, termasuk di Indonesia banyak ditemukan.
"... [ada] sebanyak 209 kasus mengenai parafinoma pasien, dimana pasien menyuntik penisnya dengan minyak, bisa minyak rambut hingga minyak kasuari," ujar dokter Boyke Soebahli, ahli urologii dari RSUD Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda.

Dokter Boyke Soebhali memaparkan laporannya tersebut dalam acara kongres ahli urologi sedunia, yang diadakan di Melbourne (16/10/2015).

Pemaparannya tersebut mendapatkan kekaguman dari sejumlah pakar urologi asal negara lain. Tak hanya itu, dr Boyke pun mendapatkan penghargaan sebagai salah satu pemaparan terbaik dalam kategori rekonstruksi urologi.

"Kasus ini unik menjadi unik di Asia, dan yang terbanyak memang terjadi di wilayah timur Indonesia, juga beberapa laporan ditemukan di negara Asia Tenggara lainnya dan kawasan Timur Tengah," jelasnya.

Menurut dr Boyke malpraktik dengan menyuntikkan benda asing ke alat kelamin pria tersebut menimbulkan komplikasi kulit penis yang mengeras dan tidak bisa berhubungan seks karena nyeri yang dirasakan.

Ia mengaku jika setidaknya ia menangani satu kasus parafinoma setiap minggunya, meski ia berpendapat jumlah kasus tersebut menurun.

Tak hanya dr Boyke, dr Kuncoro Adi dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung juga mendapat sambutan luar biasa di Symposium on affordable new technologies in urology, atau SANTU.

SANTU adalah forum yang mengangkat terobosan-terobosan teknologi terbaru dan terjangkau yang bisa digunakan dalam operasi berkaitan dengan saluran kemih. Symposium ini pun adalah bagian dari kongres internasional urologi.

dr Kuncoro memaparkan soal penggunaan tabung untuk mengeluarkan bekuan darah di kantung kencing.

"Penggunaan selang yang biasanya dimasukkan ke dalam lambung, tapi saya pakai untuk penggunaan evakuasi bekuan darah di kantung kencing, dengan tambahan teknologi endoskopi," jelasnya.

Biasanya operasi yang dilakukan cukup besar, tetapi dengan teknologi yang ditemukan dr Kuncoro membuat bekuan darah lebih mudah dikeluarkan, dalam waktu yang lebih cepat. Tidak hanya itu, tingkat resikonya lebih kecil jika dibandingkan dengan menggunakan metode lain, seperti Ellik Evakuator.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved