Aksi Damai Tolak Pertambangan

Pendemo Bawa Keranda Mayat Berkain Putih

Keranda mayat itu sebagai simbol matinya demokrasi di Desa Tanjung Gunung.

Penulis: Alza |
BANGKA POS/ALZA HIPNI MUNZI
Puluhan warga Desa Tanjung Gunung melakukan aksi di badan Jalan Sudirman, Pangkalpinang, tepatnya di depan Gereja Maranatha, Senin (19/10/2015). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Alza Munzi

POSBELITUNG.COM, BANGKA - Puluhan warga Desa Tanjung Gunung Kecamatan Pangkalanbaru, Bateng membawa keranda mayat berkain putih di tepi jalan kawasan Taman Merdeka Pangkalpinang.

Keranda mayat itu sebagai simbol matinya demokrasi di Desa Tanjung Gunung. Mereka ingin persoalan tambang batu granit di Desa mereka diperhatikan oleh pihak terkait.

Baca: Warga Minta Kepala Desa Tanjung Gunung Mundur

"Wakil rakyat yang menyuruh kita demo. Izin demo kita di muka umum, jadi demo di mana saja tidak masalah. Apakah penambangan di hutan lindung tidak merugikan negara. Kenapa demokrasi di Desa Tanjung Gunung mati, tidak ada yang bisa menjawab," kata orator aksi, La Nafi, Senin (19/10/2015).

Dia minta peserta aksi tetap kompak dan semangat. Meski berada di desa, La Nafi mengingatkan rekan-rekan mereka untuk membentangkan spanduk dan tidak terprovokasi.

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved