Beritakan Keracunan 60 Gajah, 3 Jurnalis Ditangkap

bagaimana kasus keracunana 60 gajah di zimbabwe bisa melibatkan polisi?

Beritakan Keracunan 60 Gajah, 3 Jurnalis Ditangkap
kompas.com
Ilustrasi: kekerasan terhadap jurnalis 

POSBELITUNG.COM, HARARE - Kasus kekerasan dan pelecehan profesi wartawan oleh kepolisian terjadi di Zimbabwe. Tiga jurnalis Sunday Mail ditahan polisi Zimbabwe karena memberitakan kasus keracunan 60 gajah yang melibatkan kepolisian dan pengelola taman nasional di negara di Benua Afrika itu.

Ketiga jurnalis yang ditahan itu masing-masing eidtor Sunday Mail Mabasa Sasa, editor investigasi Brian Chitemba dan reoperter Tinashe Farawo. Mereka ditahan di Markas Besar Kepolisian Harare pada Senin (2/11/2015) kemarin.

Mereka ditahan dengan tuduhan menyampaikan pernyataan salah yang merugikan negara," kata juru bicara kepolisian Charity Charamba kepada wartawan di Harare.

Laporan media tersebut menyatakan bahwa asisten komisaris polisi, penjaga taman nasional dan departemen satwa liar, seorang pengusaha Asia dan beberapa perwira junior sedang diseldiki atas kasus keracunan 60 gajah di tempat terpisah.

Kepolisian menyatakan tidak ada penyelidikan internal atas pejabat mereka yang diduga terlibat meracuni gajah, dan berita tersebut tidak benar.

"Editor dan reporter The Sunday Mail tidak boleh bersembunyi di balik hak istimewa jurnalisme untuk menyebarkan kebohongan," kata Charamba.

"Oleh karena itu kami mengimbau kepada semua wartawan untuk memverifikasi semua informasi sensitif dengan sudut pandang menulis informasi yang akurat," imbau dia.

Sementara itu, pengamat media dari Voluntary Media Council of Zimbabwe (VMCZ) mengecam penahanan jurnalis tersebut.

"Ini sikap barbarian dalam sebuah demokrasi. Ini melanggar konstitusi yang melindungi kebebasan berpendapat," kata direktur VMCZ, Loughty Dube.

Dalam menangani kasus jurnalistik, lanjut Dube, kepolisian mestinya menyampaikan keluhan ke VMCZ untuk mencabut atau mengklarifikasi sebuah berita, bukan menahan wartawannya. (*)

Editor: tedja pramana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved