Kisah Sainah Korban Angin Puting Beliung Belitung

Puing-puing bangunan, kini telah merobohkan rumah yang memiliki ukuran sekitar 6 X 7 meter itu.

Penulis: Disa Aryandi |
Pos Belitung/Disa Aryandi
Kondisi rumah Sainah, Jumat (13/11/2015) usai di sapu oleh angin puting beliung. 

Laporan wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

POSBELITUNG.COM, BELITUNG -- Puing-puing bangunan berhamburan dari sisa reruntuhan rumah yang memiliki ukuran sekitar 6 X 7 meter itu. Semua hancur akibat tiupan angin puting beliung.

Rumah yang belum sepenuhnya rampung itu, harus menjadi korban keganasan angin puting beliung di RT 32 Dusun II Air Rembikang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung.

Rumah yang tidak menyisakan satu keping atap pada bagian atas rumah itu, merupakan rumah terparah, akibat terjangan angin puting beliung.

Baca : Pemda Tak Dapat Bantu Perbaikan Rumah Korban Puting Beliung

Dinding tembok yang terbuat dari batako itu, pada bagian tengah hingga belakang rumah telah roboh, dan sejajar dengan tanah.

Pemilik rumah itu adalah seorang ibu dua anak bernama Sainah. Harta benda yang ada di dalam rumah wanita berpakain jaket biru hitam itu, kini habis diterjang angin puting beliung. Rumah ini, merupakan bangunan terparah menjadi korban puting beliung.

"Ya mau gimana lah, namanya cobaan," ucap Sainah ketika berbincang-bincang dengan posbelitung.com, Jumat (13/11/2015).

Sainah baru menempati rumah tersebut sejak tiga tahun belakang, bersama suami dan anaknya. Saat kejadian, rumah tersebut dalam keadaan kosong. Waktu itu, Sainah dan suaminya sedang bekerja, serta anaknya berada dirumah kakeknya.

Diketahui Sainah bekerja membantu orang berdagang gorengan di wilayah Air Ketekok Tanjungpandan, sedangkan suaminya bekerja sebagai tukang bangunan.

Sainah tinggal dan membangun rumah di atas lahan tersebut, sejak berukuran sekitar 3 X 3 meter, atau satu ruangan kamar. Ukuran sekecil itu, membuat Sainah bertahan, dan lambat laun rumah yang di bangun oleh suaminya ini menjadi rumah berukuran sekarang.

"Ini saja belum selesai. Tapi mau gimana lagi," kata Sainah yang saat itu hanya bisa pasrah melihat kondisi rumah yang hancur.

Seluruh pakaian, serta perabotan rumah Sainah kini telah hancur berantakan. Barang-barang elektronik berupa televisi dan kulkas, berkemungkinan mengalami rumah, akibat turunan hujan.

"Ini baru dapat bantuan beras, Indomie, Selimut. Selimut itu saja sudah jadi rebutan kedua anak aku. Belum tau ini gimana, kalau ada bantuan, ya kami nunggu lah," kata dia.

Sementara waktu, Sainah bersama keluarganya mengungsi di salah satu rumah saudaranya di Tanjungpandan. Ia belum bisa memastikan, kapan kembali lagi kerumahnya tersebut.

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved