Breaking News:

Oknum Balai Karantina Diduga Terlibat Penyelundupan Beruang Madu

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta mengendus adanya keterlibatan oknum balai karantina di bandara dan pelabuhan.

Editor: Edy Yusmanto
Tribunnews.com/Glery L
Macan dahan dan beruang madu 

POSBELITUNG.COM, JAKARTA - Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta, Awen Supranata, mengatakan para kolektor berburu hewan itu sekedar hobi ataupun dibunuh untuk dimakan organ tubuhnya.

"Beruang madu mempunyai salah satu organ tubuh yang dapat memberikan kekebalan," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Rabu (18/11/2015).

Selain Beruang Madu, satwa dilindungi lain yang diperjualbelikan, seperti Owa Sumatera, Burung Cendrawasih, dan Macan Dahan. Hewan dilindungi menarik minat pasar mancanegara, seperti di Tiongkok, Hongkong, dan Eropa.

Untuk menyelundupkan satwa, pelaku mempunyai cara yang sulit dilacak.

Pelaku bekerjasama dengan Balai Karantina di bandara dan pelabuhan menyelundupkan hewan dilindungi itu.

Oknum Balai Karantina terlibat membantu pelaku karena diming-imingi uang nilai nominal besar.

"Sindikat ini canggih. Kami mendapat informasi pengiriman barang dari Papua menuju ke Jawa. Kami standby, ketika dia transit di bandara sebelum ke Jakarta, mereka sudah mencium sehingga sampai Jakarta nihil," tuturnya.

Untuk mencegah transaksi hewan dilindungi, maka pihaknya meningkatkan pengawasan dan bekerja sama dengan sejumlah instansi terkait.

Dia mengapresiasi aparat Polda Metro Jaya yang telah mengungkap transaksi hewan dilindungi.

Beruang Madu menjadi primadona di transaksi jual-beli hewan yang dilindungi. Kolektor mancanegara berburu binatang yang hidup di hutan Kalimantan.

Seekor Beruang Madu berusia muda dijual sekitar Rp 75 juta. Penjual menawarkan hewan melalui media sosial, seperti Facebook. Ada berbagai alasan mengapa hewan itu diburu.

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved