Breaking News:

Mantan Bupati Tanah Laut Adriansyah Divonis Tiga Tahun Penjara

Majelis hakim pengadilan Tipikor menjatuhkan vonis tiga tahun bui dan denda Rp 100 juta subsider 1 bulan kurungan kepada Adriansyah.

Editor: Edy Yusmanto
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Mantan Bupati Tanah Laut Adriansyah menjalani sidang pembacaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (23/11/2015). Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP) tersebut dijatuhkan hukuman pidana penjara selama Tiga Tahun denda Rp100 juta subsider 1 bulan Penjara karena terbukti menerima suap sebesar Rp 500 juta dalam bentuk rupiah dan dolar Singapura dari PT Mitra Maju Sukses terkait dengan pengurusan izin PT Mitra Maju Sukses di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

POSBELITUNG.COM, JAKARTA - Majelis hakim pengadilan Tipikor menjatuhkan vonis tiga tahun bui dan denda Rp 100 juta subsider 1 bulan kurungan kepada Adriansyah.

"Menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut," kata Hakim Tito.

Adriansyah terbukti menerima uang dari pemilik PT Mitra Maju Sukses (MMS) Andrew Hidayat sebanyak empat kali.

Pengusaha ini memberikan 50 ribu dolar AS pada 13 November 2014, Rp 500 juta pada 21 November 2014, Rp 500 juta pada 28 Januari 2015 dan 50 ribu dolar Singapura pada tanggal 9 April 2015. Seluruhnya dilakukan melalui Agung Krisdiyanto, ajudan Andrew.

Uang diterima Adriansyah dari Andrew disebut untuk melancarkan sengketa lokasi pertambangan terkait dengan jalan yang dilalui angkutan batubara yang mengakibatkan tidak bisa berproduksi.

Adriansyah juga masih memiliki pengaruh saat menjadi anggota DPR.

"Andrew Hidayat menghubungi terdakwa meskipun terdakwa tidak lagi menjabat Bupati Tanah Laut," kata Hakim Tito.

Adriansyah ikut membantu memuluskan permohonan persetujuan Rencana Kerja Anggaran Biaya (RKAB) dari Pemerintah Kabupaten Tanah Laut sebagai persyaratan terbitnya surat Eksportir Terdaftar untuk bisnis batubara PT Indo Asia Cemerlang (IAC) dan PT Dutadharma Utama (DDU).

"Terkait permintaan bantuan penyelesaian jalan dan permohonan persetujuan RKAB PT DDU dan PT IAC, terdakwa telah memperoleh uang," kata Hakim Tito.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved