Breaking News:

Liputan Khusus Pilkada Beltim

NEWS ANALYSIS: Partisipasi (Harus) Menguat

Masyarakat tidak hanya berkepentingan dalam konteks kebutuhan, namun juga dalam konteks relasi pada isu lokalitas.

Penulis: Dedi Qurniawan | Editor: Edy Yusmanto
NEWS ANALYSIS: Partisipasi (Harus) Menguat
google
Ibrahim (baju kotak-kotak)

Laporan Wartawan Pos Belitung Dedy Qurniawan

Ibrahim
Dosen FISIP UBB

POSBELITUNG.COM, BELITUNG TIMUR - PILKADA pada hakikatnya adalah hajatan lokal. Masyarakat tidak hanya berkepentingan dalam konteks kebutuhan, namun juga dalam konteks relasi pada isu lokalitas.

Semakin dekat kebutuhan tersebut, maka akan semakin besar pula potensi partisipasi masyarakat. Sebagai hajat lokal, tidak hanya kandidat yang berkepentingan pada suara, namun juga masyarakat secara langsung akan larut dalam pesta lima tahun ini.

Kebutuhan dimaksud akan semakin memiliki nilai pikat ketika figur kandidat yang diusung memiliki nilai jual yang bagus, demikian juga jika model kampanye yang ditampilkan menarik dan penuh dengan inovasi.

Saya kira, pilkada pada akhirnya tidak hanya soal idealitas akan harapan, namun dipandang sebagai momentum yang mendekatkan diri mereka pada proses pengambilan keputusan di tingkat lokal.

Berbeda dengan pemilu di atasnya, relasi secara langsung antara kandidat dengan simpul simpul kekuatan menjadi daya pendorong bagi harapan akan menguatnya partisipasi politik. Sebaliknya, rendahnya partisipasi politik lokal dalam pilkada semakin menunjukkan rapuhnya kepedulian politik masyarakat.

Beltim, saya kira punya pengalaman mengelola partisipasi. Masyarakatnya cenderung memiliki atensi yang kuat pada proses elektoral. Pengalaman pemilu sebelumnya menunjukkan catatan positif akan perkembangan demokrasi di daerah ini.

Saya kira kepatuhan masyarakat di daerah ini bukan soal loyalitas pada negara, namun juga menunjukkan adanya geliat yang baik bagi perkembangan nalar politik lokal dan sensitivitas pada proses politik. Ini harus dirawat.

KPU dan pengawas harus mendorong semakin meluasnya partisipasi publik. Menggandeng tokoh agama, pemuda, dan pemuka masyarakat adalah cara cara yang dapat ditempuh. Saya kira ada banyak variasi, sosialisasi secara terbuka dan tak putus, menggandeng tempat tempat ibadah, sampai pada alat peraga dan media massa dapat digerakkan bersama untuk memancing minat partisipatif masyarakat Beltim.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved