Breaking News:

Pilkada Beltim 2015

Pasang Baleho Imbauan, Panwaslu Beltim Ingin Rakyat Berdaulat

Panwaslu Beltim ingin menempatkan rakyat Beltim lebih berdaulat dalam proses pemilihan kepala daerah (Pilkada) Beltim 2015.

Pasang Baleho Imbauan, Panwaslu Beltim Ingin Rakyat Berdaulat
IST
Anggota Panwaslu Kabupaten Beltim tengah memasang spanduk imbauan di sejumlah titik di wilayah Beltim beberapa waktu lalu.

Laporan Wartawan Pos Belitung Dede Suhendar

POSBELITUNG.COM, BELITUNG TIMUR - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) ingin menempatkan rakyat Beltim lebih berdaulat dalam proses pemilihan kepala daerah (Pilkada) Beltim 2015.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengimbau masyarakat melalui ratusan stiker, leaflet, spanduk dan baliho yang khusus dicetak pada pilkada ini.

Pesan yang disampaikan Panwaslu mengandung makna agar rakyat jangan mau 'dibeli' dan pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Beltim pada Pilkada Beltim 2015 jangan jadi 'pembeli.' Stiker, leaflet, spanduk dan baliho tersebut sudah terpasang di sejumlah lokasi dan tempat keramaian di Beltim.

"Stiker dan leaflet sudah dipasang di warkop, warung. Spanduk di beberapa tempat strategis di tujuh kecamatan. Ini dipasang juga terkait dengan upaya pencegahan pelanggaran, sekaligus mengingatkan baik paslon juga pemilih agar pilkada lebih berdaulat," kata Ketua Panwaslu Kabupaten Beltim, Marwansyah kepada posbelitung.com, Senin (7/11/2015).

Menurut Marwansyah, panwaslu juga membuat media sosialisasi seperti spanduk, stiker, leaflet dan baliho yang berisikan imbauan kepada paslon sehingga pasca penghitungan suara nanti dapat kondusif.

Paslon mempersiapkan diri untuk menang bermartabat dan kalah terhormat pada hari H pencoblosan nanti.

Selain itu, ada beberapa materi lain yang sudah sampaikan melalui media sosialisasi outdoor lainnya seperti ketuk hati rakyat dengan kejujuran, money politik pangkal korupsi, rakyat jangan mau ditipu dalam pilkada.

Marwan menambahkan, terkadang rakyat hingga saat ini belum berdaulat dalam pemilihan karena cenderung diberlakukan kurang manusiawi. "Semoga saja kini rakyat makin tambah berdaulat, beradab dalam konteks penyelenggaraan Pilkada Beltim," katanya.

Menurut Marwan, praktik politik uang merupakan salah satu ciri perlakuan tidak manusiawinya paslon terhadap rakyat.

"Cara cara politik uang adalah perlakuan yang tidak manusiawi pada rakyat. Karena ini menyangkut harga diri orang, jadi jangan gara gara uang maka harus hilang hak konstitusi selama lima tahun," katanya.

Pada pilkada kali ini Marwansyah minta agar rakyat jangan mau 'dibeli', dan untuk paslon hendaknya juga jangan jadi 'pembeli.' (n1)


Penulis: Dede Suhendar
Editor: Edy Yusmanto
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved