Breaking News:

Pilkada Beltim 2015

Panwas: Tunggu Keputusan Resmi KPU Beltim soal Pemenang Pilkada

Panwas Pilkada Beltim mengimbau sebaiknya pasangan calon (paslon) serta tim kampanye tidak terlalu cepat mengklaim kemenangan.

Pos Belitung/dokumentasi
Ketua Panwaslu Beltim, Marwansyah 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

POSBELITUNG.COM, BELITUNG TIMUR - Panwas Pilkada Beltim mengimbau sebaiknya pasangan calon (paslon) serta tim kampanye tidak terlalu cepat mengklaim kemenangan.

Semua pihak diharapkan menunggu keputusan resmi dari KPU Kabupaten Belitung Timur (Beltim).

"Kami ingatkan, paslon bersama tim pendukungnya sebaiknya jangan terlalu cepat atau terlalu prematur dalam mengambil keputusan. Karena akan berdampak terhadap massa pendukung nantinya," tulis Ketua Panwas Pilkada Beltim Marwansyah melalui keterangan tertulisnya, Kamis (10/12/2015).

Marwan menyatakan, paslon dapat belajar dari pemilu sebelumnya, seperti saat pilpres lalu. Menurut dia, usai pencoblosan keesokan harinya sudah bertebaran spanduk yang klaim kemenangan salah satu paslon. "Jangan sampai ada saling klaim" tulisnya.

Marwan berharap hal itu tidak terjadi di Pilkada Beltim. Pun begitu saat memberikan ucapan selamat, Panwas Pilkada Beltim mengimbau semua pihak dapat menunggu keputusan resmi dari KPU Kabupaten.

"Jika masih berdasarkan informasi tim atau saksi, itu belum bisa dipastikan sebab terkadang dilapangan saksi ada yang memberikan laporan asal bapak senang ABS. Terkadang fakta dilapangan tak demikian," tulis dia.

Menurut Marwan, berdasarkan pengalaman, tahapan punghit (pemungutan dan penghitungan) selalu menjadi puncak terjadinya pelanggaran pilkada.

Ditahapan ini segala jenis pelanggaran bisa terjadi seiiring dengan proses pelaksanaannya.

"Berbagai pelanggaran bisa terjadi dalam kegiatan punghit. Dari pelanggaran yang bersifat administrasi, pidana, etika petugas pelaksana. Bahkan pelanggaran dalam kategori TSM pun bisa terjadi pada punghit," tulis Marwan.

Hanya saja dalam punghit di beltim ada 9 Desember 2015 kemarin, dia menyatakan, pihaknya tak memungkiri masih terjadi pelanggaran terkait ketidaktaatan dan kepatuhan terhadap tata cara punghit di TPS. Hal ini berimplikasi terhadap masalah kualitas karena tujuan pengawalan ini adalah untuk mengawal integritas proses dan menjaga intrigtas hasil.

"Ini terkait dengan rekrutmen KPPS, pembagian C6 dan utama lainya kaitan dengan proses punghit," tulis Marwan lagi. (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Edy Yusmanto
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved