Jokowi Sindir Menteri yang Hanya Mengkritik Kebijakan Pemerintah

Presiden Joko Widodo menyindir menteri yang hanya mengkritik kebijakan pemerintah.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Kemanusiaan dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perindustrian Saleh Husin, meninjau kapal ternak MK Camara Nusantara I di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (11/12/2015). Kapal yang berangkat dari NTT ini mengangkut 353 ekor sapi ini yang kemudian sapi-sapi tersebut diberangkatkan tempat penampungan ternak di Cibitung. 

POSBELITUNG.COM, JAKARTA - Saat berpidato dalam Kongres XX Persatuan Insinyur Indonesia di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Presiden Joko Widodo menyindir menteri yang hanya mengkritik kebijakan pemerintah.

Presiden bercerita mengenai proyek pembangkit listrik sebesar 35.000 Megawatt.

Jokowi mengatakan ada menteri yang pesimis proyek tersebut tidak mungkin terealisasi.

"Ada menteri yang sampaikan enggak mungkin. Belum praktik belum ngitung sudah bilang enggak mungkin," ujar Presiden, Sabtu (12/12/2015).

Presiden kemudian mengatakan dirinya langsung menimpali kepesimisan menteri tersebut.

Ia mengatakan sudah menjadi tugas menteri untuk membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Setelah dilakukan pembedahan terhadap persoalan tersebut mengapa menjadi rumit, nyatanya, kata Jokowi, ditemukan masalah pada persoalan izin.

"Setelah kami cek perizinan. Yang antri banyak tapi izinnya 6 tahun siapa yang mau?" ucap Presiden.

Setelah ditemukan persoalannya, Presiden mengatakan dirinya telah memberi target kepada menteri-menteri terkait, agar proyek pembangunan pembangkit listrik tersebut harus bisa dibangun dengan kapasitas minimal sebesar 10.000 megawatt dalam tahun depan.

"Saya beri target tahun ini harus bisa 10.000. Tesnya akhir Desember ini," kata Presiden.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved