Breaking News:

Penyidikan Ibu Pembuang Bayi Dihentikan, Ayah Bayi Dilanjutkan

Proses hukum terhadap KM (17), ibu dari bayi laki laki yang dibuang di pondok kebun Saharan bakal dihentikan.

Pos Belitung/Disa Aryandi
Bayi lelaki yang ditemukan dihutan petikan, Minggu (6/12/2015). 

TANJUNGPANDAN, POS BELITUNG - Proses hukum terhadap KM (17), ibu dari bayi laki laki yang dibuang di pondok kebun Saharan bakal dihentikan.

Polisi berencana menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) menyusul terbitnya surat keputusan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia.

"Isi dari surat itu, KM ini dikembalikan kepada keluarga. Tapi tetap terlebih dahulu diajukan ke pengadilan. Selama tiga hari setelah pengajuan surat diversinya keluar, baru dikeluarkan SP3," kata Kapolsek Badau Iptu Dhanar Dhono Vernandhie kepada Pos Belitung, Senin (14/12).

Pengusulan pengembalian KM terhadap keluarganya, kata Dhanar, usai melakukan musyawarah bersama Camat Badau, Kades Sungai Samak, pihak praperadilan anak, Bapas, dan Unit PPA Satreskrim Polres Belitung.

"Nah hasilnya seperti itu. Pertimbangan kemarin, karena sistem peradilan anak, karena sih KM ini kurang dari 18 tahun. Jadi itu bukan kami sepihak, tapi keputusan musyawarah," ujarnya.

Peristiwa penemuan bayi lelaki terjadi pada Minggu (6/12), sekira pukul 06.30 WIB lalu.

Penemuan bayi lelaki tersebut tepat berada dikebun orangtua KM, terletak sekitar dua kilo meter (KM) dari pinggir Jalan Aspal, RT 06/03 Dusun Petikan, Desa Sungai Samak, Kecamatan Badau.

Ayah kandung dari Bayi Lelaki itu bernama Arsito (25), warga Desa Tanjung Rusa, Kecamatan Membalong, yang saat ini sedang menjalani proses penyelidikan di Polsek Badau.

"Kalau untuk berkas tersangka laki lakinya tetap dilanjutkan, sekarang sudah 75 persen rampung dan akan segera dilakukan tahap satu," ucap Dhanar.

Polisi, kini telah memintai keterangan kepada sejumlah saksi untuk lengkapi berkas perkara, yang menjerat tersangka Arsito tersebut.

"Tinggal ada beberapa saksi lagi nanti yang akan kami panggil, untuk dimintai keterangan. Kami usahakan, akhir bulan ini untuk berkas penyelidikan tersangka Arsito ini sudah tahap satu," ujarnya.

Akibat dari perkara ini, Arsito dikenakan Pasal 81 ayat B Undang Undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014. Ancaman hukuman sekurang kurangnya 5 tahun dan paling lama 15 tahun atau denda Rp 5 miliar. (n3)

Penulis: Disa Aryandi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved