Lipsus GMT

Wuiihh, Kuliner Mancanegara Marak di Belitung Jelang GMT

ANIMO wisatawan mancanegara untuk menyaksikan momen gerhana matahari total (GMT) di Belitung begitu tinggi.

Penulis: Novita |
POS BELITUNG/NOVITA
Spaghetti. 

TANJUNGPANDAN, POSBELITUNG - ANIMO wisatawan mancanegara untuk menyaksikan momen gerhana matahari total (GMT) di Belitung begitu tinggi.

Reservasi kamar kamar hotel mayoritas dipesan oleh wisatawan mancanegara.

Pihak hotel juga melakukan persiapan, diantaranya menu bagi wisatawan mancanegara.

Di Grand Orion Hotel misalnya, reservasi kamar untuk tanggal 6 9 Maret 2016 telah mencapai 80 persen. Grand Orion Hotel memiliki 57 kamar.

"Itu tamu rata rata dari Eropa, Amerika dan Australia. Hampir 100 persen. Domestik belum ada sampai sejauh ini. Ada yang booking lewat Agoda, juga Traveloka. Rata rata dari Agoda. Sisa kamar kami sekitar 15 an. Dan itu pun sudah di block orang. Dan yang booking an itu sudah lunas semua," kata Manager Grand Orion Hotel, Bagus Hidayat, Rabu (9/12).

Grand Orion Hotel akan melakukan pelatihan Bahasa Inggris bagi staf, juga menyiapkan menu internasional terutama untuk sarapan.

"Kalau menu kita sudah mendukung sih. Ada steak, bread, dan sebagainya. Dan rata rata karyawan kita sudah terbiasa melayani seperti itu. Tinggal persiapan material saja," kata Bagus Hidayat.

Begitupun di Belitong Inn. Reservasi kamar sudah 85 persen terisi. Calon tamu telah melakukan reservasi sejak 3-4 bulan lalu. Biasanya melalui situs Agoda ataupun website Belitong Inn sendiri.

"Rata rata tamu dari negara pecahan Uni Sovyet seperti Slovenia, Rusia. Ada juga dari Perancis, Jepang dan negara Eropa lainnya. Ada yang sudah bayar full. Masih ada sisa 15 kamar, tapi itu pun sudah diblock oleh travel agent," kata Manager Belitong Inn, Odink Sepudin, Senin (7/12).

Pihaknya berencana melakukan persiapan khusus jelang momen GMT.

"Persiapan dari segi SDM untuk kemampuan bahasa asing. Juga persiapan transportasi seperti motor atau mobil sewaan. Selain itu menyiapkan menu breakfast sesuai tamu," kata Odink Sepudin.

Di Gand Hatika Hotel, reservasi kamar telah di angka 80 persen dan diprediksi akan mencapai 90 persen.

Reservasi ada yang dilakukan sejak Juni Juli lalu. Namun, hotel ini tidak akan menjual semua kamarnya bagi keperluan GMT karena mempertimbangkan tamu walk in yang datang di saat saat terakhir.

"Sementara (pemesan kamar red) rata rata wisatawan. Dari travel agent yang aku dengar itu, aku tanya, yang internasional yang banyak. Dalam arti, travel agent Belitung yang handle, tapi tamunya internasional," kata

Marketing Manager Grand Hatika Hotel, Wahyudi Wirayuda, Sabtu (5/12) lalu.

Tingginya minat pemesan, kata Wahyudi, membuat pihaknya terpaksa menolak sejumlah calon pemesan mengingat keterbatasan kamar yang tersedia.

Sekarang ini Grand Hatika Hotel mengoperasikan 143 kamar. Wahyudi mengatakan tipe kamar penthouse memang tidak dijual.

Tapi dari tipe standar sampai executive suite dan family room, sudah ada pemesannya.

Bahkan khusus tipe superior, grand superior dan deluxe sudah sold out. Paling tersisa beberapa room untuk walk in guest.

"Booking untuk GMT tetap berjalan. Tetap dibuka untuk personal. Tapi tidak banyak karena segmen kita ada tiga, pemerintahan, perusahaan dan travel agent," katanya.

Persiapan juga dilakukan Grand Hatika Hotel. Seperti menjaga kualitas dan kepercayaan sebagai daerah destinasi wisata.

"Jangan sampai tamu datang jauh jauh ke Grand Hatika Hotel, kita tidak kasih yang terbaik. Dari kualitas makanan, dan servis. Kepada karyawan juga sudah kami pesan tunjukkan bahwa Belitung pantas menerima wisatawan nasional maupun internasional," kata Wahyudi.

Di Bahamas Hotel&Resort, tingkat reservasi kamar hotel untu momen. GMT nanti sudah hampir 100 persen.

Manager Bahamas Hotel&Resort, Hendrawan mengatakan GMT merupakan event nasional dan tamu yang menginap dari Jakarta.

"Sementara ini kami belum tahu apakah ada tamu dari luar negeri atau tidak. Sejauh ini dari travel agent. Tapi kayaknya pasti ada ya karena mereka mengejar hal hal seperti itu," kata Hendrawan, Selasa (8/12).

Hendrawan mengatakan kemungkinan nanti aktivitas para tamu lebih banyak di luar hotel. Namun demikian persiapan tetap dilakukan dan pihaknya masih memiliki waktu tiga bulan untuk itu.

"Nanti akan kita siapkan. Kalau banyak tamu mancanegara, pasti akan disiapkan terutama untuk menu makanan. Kita akan coba lebih ke Eropa. Menunya akan 50 : 50. 50 Indonesia, 50 Eropa," kata Hendrawan.

Tunggu permintaan

Jika reservasi kamar hotel telah mencapai angka 80 an persen, tidak demikian dengan pemesanan tiket pesawat untuk momen GMT.

"Belum signifikan. Masih normal normal saja," kata DM Sriwijaya Air Tanjungpandan, Heriyanto, Rabu (9/12).

Berbeda antara reservasi kamar hotel dengan pesawat.

Pesawat, kata Heriyanto, masih bisa mengadakan penerbangan ekstra jika permintaan tinggi.

Beda dengan kamar hotel yang jumlahnya memang tidak bisa ditambah secara instant, sehingga tamu memilih untuk reservasi dari jauh hari.

Hal tak jauh berbeda dikemukakan GM Garuda Indonesia Branch Office Tanjungpandan, Darwin. Hingga saat ini, kata Darwin, belum ada fluktuasi yang tinggi dalam hal reservasi pada momen GMT.

Berbeda dengan reservasi hotel yang telah dilakukan jauh hari oleh calon tamu.

Hal tersebut karena penumpang pesawat yang datang bisa melalui banyak alternatif, serta kemungkinan maskapai menambah jadwal penerbangan jika permintaan banyak.

"Sejauh ini masih belum signifikan. Paling untuk arus balik pada tanggal 10 Maret. Itu dari Belitung ke Jakarta sudh terisi 90 persen. Sementara pada arus datang, tanggal 7 dan 8 mulai terisi, tapi belum maksimal," kata Darwin, Senin (14/12). (vid)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved