Breaking News:

Komnas Anak Dorong Presiden Keluarkan Perpu Hukuman Kebiri untuk Pelaku Kejahatan Anak

Pertama, mendorong kepada Presiden RI untuk menetapkan segala bentuk kekerasan pada anak sebagai bentuk kejahatan luar biasa atau extraordinary crime.

Shutterstock
Ilustrasi. 

POSBELITUNG.COM, SEMARANG - Mengacu pada data kekerasan anak yang terus naik selama kurun lima tahun terakhir, Komnas Anak Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak), dalam laporan kerja satu tahun kepada publik tentang potret kejahatan pada anak, mengeluarkan sejumlah rekomendasi baik kepada eksekutif maupun legislatif.

Pertama, mendorong kepada Presiden RI untuk menetapkan segala bentuk kekerasan pada anak sebagai bentuk kejahatan luar biasa atau extraordinary crime.

"Dan segera mengeluarkan Perpu UU tentang Pemberatan Hukum Kebiri (bagi pelaku kejahatan pada anak) melalui suntik kimia," kata Sekjen Komnas Anak, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (22/12/2015).

Komnas Anak juga mendorong DPR RI, khususnya Komisi III, agar dalam pembahasan perubahan UU KUHP untuk menyertakan isu kekerasan anak dan penghilangan paksa hak hidup anak sebagai kejahatan luar biasa.

Ketiga, lanjutnya, pihaknya juga mendorong pada Presiden RI untuk segera mewujudkan tanggung jawab lintas Kementerian atau Lembaga negara, Gubernur, Bupati/Walikota untuk melaksnakan Inpres No 5/2014 tentang Gerakan Nasional Anti Kekerasan Seksual Terhadap Anak (GN-AKSA).

"Semua langkah itu mendesak dilakukan untuk memutus mata rantai kejahatan luar biasa terhadap anak," pungkas Samsul.

Komnas Perlindungaan Anak mencatat pada tahun 2015 ini tercatat 2.898 kasus kekerasan pada anak, 60 persennya di antaranya merupakan kejahatan seksual.

Angka tersebut naik dibandingkan dari tahun 2014 yang tercatat sebanyak 2.737 kasus kekerasan pada anak dimana 52 persennya adalah kejahatan seksual, sedangkan pada tahun 2013 ada 2.676 kasus kekerasan pada anak, 54 persennya kejahatan seksual.

Sebelumnya, Komnas Anak, Selasa (22/12/2015) ini melaporkan kinerja satu tahun kepada publik tentang potret kejahatan pada anak. Komnas Anak mencatat dalam kurun waktu lima tahun ini Indonesia berada pada posisi darurat kekerasan terhadap anak.

Dari 21.689.987 data pelanggaran hak anak yang tersebar di 33 provinsi dan 202 Kabupaten/Kota yang dimonitor oleh Lembaga Perlindungan Anak (LPA), menemukan 58 persen adalah kejahatan seksual.

Editor: Edy Yusmanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved