KPK Tetap Dalami Dugaan Pelanggaran Etik Penyidiknya

Istrinya kemudian kabur ke rumah anggota Babinkamtibmas Polsek Jatiasih dan melaporkan perbuatan suaminya.

Editor: Edy Yusmanto
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa dan Plt Jubir KPK Yuyuk Andriati Iskak 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

POSBELITUNG.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) telah membentuk tim untuk menginvestigasi dugaan pelanggaran etik yang dilakukan salah satu penyidiknya berinisial 'S'.

Sebelumnya penyidik KPK berpangkat Komisaris berinisial 'S' diamankan kepolisian Polres Bekasi Kota dan Polsek jatiasih, karena diduga melakukan KDRT terhadap istrinya 'N'.

"Iya itu penyidik kami ( KPK) dan kami sudah membentuk tim untuk kemudian nanti berkoordinasi dengan pihak kepolisian," ujar Pelaksana Harian Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK, Yuyuk Andriati Iskak di kantornya, Selasa (22/12/2015).

Kompol 'S' diamankan kepolisian setelah istrinya 'N' mengadu kepada salah seorang petugas Babinkamtibmas Polses Jatiasih, jika telah dianiaya suaminya. Penganiayaan tersebut karena Kompol 'S' tidak suka dituduh selingkuh.

Kompol 'S' diduga menganiaya istrinya dengan membenturkan kepala 'N' ke tembok, Minggu (20/12/2015) malam.

Istrinya kemudian kabur ke rumah anggota Babinkamtibmas Polsek Jatiasih dan melaporkan perbuatan suaminya.

Polisi kemudian mendatangani rumah 'S', namun pelaku tidak mau keluar. Kompol 'S' baru keluar setelah ditelepon oleh Kapolres Bekasi Kota Kombes Pol Daniel Bolly Tifaona.

Kepolisian kemudian mengusut kasus tersebut dan melakukan visum terhadap istri Kompol 'S'.

"Kami menemukan luka di kepala," ujar Kapolresta Bekasi, Kombes Pol Daniel Bolly Tifaona.

Namun setelah dilakukan mediasi oleh kepolisian, Istri Kompol 'S' mencabut laporan tersebut, Senin (21/12/2015).

Dengan dicabutnya laporan, kompol 'S' dipulangkan dengan terlebih dahulu menandatangani surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannnya.

"Saya sudah peringatan untuk tidak melakukannya lagi," kata Daniel.

Meskipun laporan terhadap Kompol 'S' telah dicabut, pengawas internal KPK tetap akan mengusut dugaan penganiayaan yang dilakukan penyidiknya. Pengawas Internal akan fokus terhadap pelanggaran etika yang dilakukan Kompol 'S'.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved