Breaking News:

Cuaca tak Bersahabat Nelayan Enggan Melaut

Para nelayan takut melaut di tengah cuaca buruk mengingat enam nelayan dan kapalnya dihantam ombak 2,5 meter di pesisir Pantai Tanjung Bayang

Editor: Edy Yusmanto
KOMPAS.com/Hendra Cipto
Cuaca buruk yang melanda Sulsel seekan terakhir, membuat para nelayan takut melaut dan memilih menambakkan kapalnya di sepanjang Sungai Jeneberang, Kelurahan Barombong, Makassar, Rabu (23/12/2015). 

POSBELITUNG.COM, MAKASSAR - Cuaca buruk yang melanda Sulawesi Selatan dalam sepekan terakhir menjadikan nelayan takut melaut dan memilih menambatkan kapalnya di sepanjang Sungai Jeneberang, Kelurahan Barombong, Makassar, Kamis (24/12/2015).

Para nelayan takut melaut di tengah cuaca buruk mengingat enam nelayan dan kapalnya dihantam ombak 2,5 meter di pesisir Pantai Tanjung Bayang beberapa hari lalu.

Oleh karena itu, para nelayan terpaksa menangkap ikan dengan memancing di muara sungai Jeneberang.

Mereka akan kembali melaut jika cuaca buruk telah berlalu. 

"Ya terpaksa menunggu cuaca buruk lewat baru kembali melaut. Siapa mau mati kalau angin kencang dan ombak tinggi di laut. Ya untuk sementara cari ikan di muara Sungai Jeneberang ini untuk kebutuhan keluarga di rumah," tutur salah seorang nelayan, Daeng Naba saat ditemui ketika memancing di dekat kapalnya di Jeneberang.

Daeng Naba mengaku tidak ingin mengalami nasib yang sama dengan enam rekannya yang digulung ombak tersebut.

Dari enam rekan yang digulung ombak tersebut, lima di antaranya berhasil selamat.

"Ini masih ada satu teman yang hilang dan masih dalam pencarian Basarnas dilaut. Sedangkan lima teman lainnya berhasil selamat," kata Daeng Naba.

Bukan hanya itu, cuaca buruk yang mengakibatkan nelayan enggan melaut ini berimbas pada melonjaknya harga ikan di pasaran. (Baca: Cuaca Buruk di Makassar, Kapal Nelayan Terbalik Dihantam Ombak)

Akibatnya, warga sekitar rata-rata beralih ke makanan siap saji.

"Harga ikan sekarang mahal, jadi saya terpaksa beli makanan instan saja untuk kebutuhan sehari-hari. Paling saya beli telur, tempe, tahu dan ikan kalengan yang disiapkan untuk keluarga di rumah," tutur salah seorang warga, Risna.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved