Breaking News:

Hamil 8 Bulan, Perempuan Ini Datangi Polres Belitung Mengadu Ditelantarkan Suami

Kedatangan warga Jalan Pilang, RT 05/02 Desa Dukong, Kecamatan Tanjungpandan itu, untuk mengadukan kondisi rumah tangganya.

IST
Ilustrasi Penganiayaan 

Laporan Wartawan Pos Belitung Disa Aryandi

POSBELITUNG.COM, BELITUNG - Seorang wanita menggunakan baju merah muda dengan jaket kuning, Rabu (23/12/2015) berada di ruang Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Belitung.

Marianti, begitu nama wanita berumur 24 tahun yang sedang hamil delapan bulan tersebut.

Kedatangan warga Jalan Pilang, RT 05/02 Desa Dukong, Kecamatan Tanjungpandan itu, untuk mengadukan kondisi rumah tangganya.

Pasalnya, dari hasil laporannya tersebut secara lisan kepada aparat kepolisian, wanita berkulit sawo matang ini, diduga telah ditelantarkan oleh suaminya.

Penelataran itu telah dirasakan oleh wanita berambut lurus ini, sejak Juni 2015 lalu. Ketika itu, Marianti yang hanya menikah foto (menikah tanpa selembar dokumen) ini, diduga telah diusir tanpa alasan jelas.

"Dia (suaminya--red) minta aku jangan berhubungan dengan dia lagi. Kemarin mau dikasih uang Rp 2 juta, tapi tidak aku ambil. Uang itu, sebagai tanda agar kami pisah," keluh Marianti, saat menyampaikan kisahnya kepada posbelitung.com

Marianti telah menjalin rumah tangga dengan lelaki berinisial MA sejak bulan Maret 2015 lalu. Hubungan mereka merupakan pasangan suami istri, yang tidak dilengkapi dengan dokumen pernikahan secara sah oleh Pemerintah.

Aduan Marianti, telah disampaikan kepada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Belitung sebanyak tiga kali.

Maksud aduan tersebut, meminta kepolisian dan pihak terkait agar merujukkan hubungan rumah tangga Marianti.

"Ya niat saya kesini mau rujuk, jadi lapor ke Polisi. Saya sudah capek seperti ini, saya pengen baik-baik dengan rumah tangga saya. Sekarang saja saya di usir dan tinggal kembali dengan orang tua saya," ujar wanita berdarah Thioghoa ini.

Polisi beberapa waktu lalu, telah menindaklanjuti aduan tersebut bersama Ketua Lembaga Peduli Perempuan dan Anak, Neli. Polisi telah berusaha untuk melakukan memediasi terhadap aduan Marianti tersebut.

"Kami kemarin sudah kerumah keluarga suami dia (Marianti), mereka janji mau mengurus ini, tapi sampai sekarang tidak ada, ya istilahnya lelaki ini tidak kooperatif," ucap Anggota Unit PPA Polres Belitung, Briptu Pingky Ajeng kepada posbelitung.com.

Selengkapnya baca edisi cetak POS BELITUNG Sabtu (26/12/2015). 

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Edy Yusmanto
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved