Breaking News:

Jika Maju pada Pilkada DKI 2017, Ridwan Kamil Bisa Raih Dukungan Anti Ahok

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil disebut-sebut sebagai orang yang paling sanggup untuk bersaing dengan Ahok

KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Walikota Bandung Ridwan Kamil menjadi pembicara di acara Kompasianival 2014 di Gedung Sasono, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Sabtu (22/11/2014). Acara yang berlangsung hingga pukul 22.00 ini menghadirkan puluhan komunitas, grup band hingga sejumlah pembicara. 

POSBELITUNG.COM, JAKARTA - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil disebut-sebut sebagai orang yang paling sanggup untuk bersaing dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Direktur Cyrus Network Hasan Nasbi mengatakan, Ridwan Kamil berpotensi mendapat dukungan dari warga yang tidak suka dengan Ahok (sapaan Basuki).

"Mereka yang anti-Ahok kan juga pengin pemimpin yang teruji yang kira-kira sama dengan Ahok. Kalau ada orang seperti itu, misalnya Ridwan Kamil, bisa saja suara orang yang anti-Ahok akan terkumpul ke sana," ujar Hasan Nasbi ketika dihubungi, Minggu (3/1/2016).

Hasan mengatakan, warga yang tidak suka dengan kepemimpinan Ahok tidak boleh dianggap remeh. Sebab, jumlahnya hampir mencapai 40 persen.

Namun, 40 persen warga ini tidak serta-merta akan memilih tokoh yang melawan Ahok. Mereka tetap menginginkan ada calon yang selevel dengan Ahok dan memiliki track record baik.

"Jadi, kalau calon lain enggak sesuai dengan yang mereka harapkan, paling mereka enggak ke TPS. Makanya, yang ingin melawan Ahok tetap harus menyodorkan orang yang setara dengan Ahok," ujar dia.

Hasan juga mengatakan, kepastian dalam memberi nama calon tersebut harus dilakukan segera mungkin.

Setiap partai seharusnya sudah mulai bergerak dalam mengatur strategi pemenangan pilkada. Sebab, Ahok sendiri sudah mulai bergerak.

Meski Ahok membantah telah berkampanye, menurut Hasan, melakukan program pemerintahan setiap hari secara tidak langsung juga merupakan kegiatan kampanye.

"Itu boleh. Yang enggak boleh itu kita pasang spanduk, pajang foto, bicara soal KB pasang foto sendiri, itu di daerah banyak. Tetapi, kalau Ahok kan tidak melakukan itu di Jakarta," ujar Hasan.

Editor: Edy Yusmanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved