Breaking News:

Nara Pidana Kabur

Kalapas Belitung: Kami Duga Napi Kabur Temui Istrinya

kabur dari lembaga pembinaan tersebut, untuk menemui istrinya bernama Deby Friska Arini (17).

Pos Belitung/Disa Aryandi
Kepala Lapas Klas II B Tanjungpandan, Turyanto. 

Laporan Wartawan Pos Belitung Disa Aryandi

POSBELITUNG.COM, BELITUNG - Nara pidana (napi) Eko Supriadi (23) meninggalkan selembar surat, sebelum melarikan dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas II B Tanjungpandan, Jumat (1/1/2015) antara pukul 17.00 WIB - pukul 18.00 WIB lalu.

Inti dari surat yang bertuliskan tangan itu, bahwa terpidana kasus penjambretan yang ditangkap oleh Polsek Gantung, Selasa (18/8/2015) ini, kabur dari lembaga pembinaan tersebut, untuk menemui istrinya bernama Deby Friska Arini (17).

"Dikamar bloknya, ada napi ini meninggalkan surat. Isi surat itu, intinya dia mau menemui istrinya. Dugaan kami dia kabur juga memang beralasan ingin menemui istrinya ini," ucap Kepala Lapas Klas II B Tanjungpandan, Turyanto kepada posbelitung.com, Senin (4/1) didampingi enam orang petugas Lapas di ruang kerjanya.

Eko ditempatkan petugas di Blok B Lapas Cerucuk bersama 10 napi lainnya. 

Lelaki kasus penjambretan ini, diputuskan berada di lapas tersebut semula bersama istri. Saat ini istri Eko telah bebas, lantaran cuma dua bulan menjalani vonis dari Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpandan.

"Sejak bebas 5 Desember 2015 kemarin, istri nya ini memang belum pernah kesini (Lapas) lagi untuk melihat Eko. Informasinya, istrinya ini didesak oleh keluarganya untuk pisah dengan Eko," ujarnya.

Eko berhasil kabur, diduga ketika setelah menjebol sebuah plafon dan genteng yang ada didapur umum lapas tersebut.

Setelah jebol, napi ini melompati sebuah tembok yang memiliki ketinggian sekitar lima meter. Ketika itu, napi di lapas ini sedang menjalankan salat Magrib.

Selanjutnya Eko melewati gorong-gorong belakang gedung lapas, yang secara keseluruhan dikelilingi oleh kawat duri.

Posisi bagian belakang Lapas Cerucuk ini, merupakan hutan belantaran yang selanjutnya dipenuhi dengan perkebunan sawit.

"Untuk tanda-tanda keberadaan napi Eko sejauh ini belum ada, dan ini memang baru pertama terjadi dan terakhir. Kami sudah kerumah keluarganya dan menemui istri Eko, tapi tidak ada," ujarnya.

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Edy Yusmanto
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved