Breaking News:

Sambut Tertutup Tudung Saji, Seniman Belitung Rangkai Puisi

"Gandruwo menyantap sang surya, Gandruwo menyantap sang surya, Ia membawa kita ke kulembah kolam, Bulan berpaling bumi tersiksa"

Penulis: Disa Aryandi |
Pos Belitung/Disa Aryandi
Kondisi matahari muncul pada pukul 07.21 WIB di Gunung Banitan, Dusun Aik Selumar, Desa Air Selumar. 

Laporan wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

POSBELITUNG.COM, BELITUNG -- Seniman Belitung mengarang puisi untuk mengiringi momen langka terjadinya Gerhana Matahari Total (GMT).

'Bumi Tertutup Tudung Saji' (Gerhana Matahari Total), begitulah judul puisi yang memiliki sembilan alinea tersebut.

Puisi yang dikarang oleh Seniman bernama Diran ini, sengaja dibuat untuk menyambut kehadiran fenomena langkah tersebut.

Puisi itu dibuat oleh lelaki berjenggot Ini secara sederhana di atas kertas putih dengan tinta hitam.

"Ini sengaja dibuat untuk menyambut GMT. Jadi masyarakat kita atau wisatawan bisa nantinya menikmati GMT, dengan mendengarkan atau membacakan puisi ini," ujar Diran ketika berbincang-bincang dengan posbelitung.com, Sabtu (9/1/2015).

Diran hanya membutuhkan waktu satu malam untuk membuat puisi yang memiliki makna fenomena alam langkah ini.

Kini puisi itu telah diperlihatkannya secara umum dengan cara ditempel di dinding perpustakaan pasar pintar Tradisional Berehun.

"Rencana dalam waktu dekat, kami juga akan membuat acara kesenian untuk menyambut GMT itu. Disitu puisi ini akan dibacakan, untuk memaknai kehadiran GMT," ucapnya.

Sepintas, puisi ini memiliki arti sangat dalam tentang kebesaran Ilahi, yang telah memunculkan GMT tersebut.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved