Teror Bom di Sarinah

Mabes Polri Dalami Keterkaitan Jaringan Santoso di Teror Bom Sarinah

Beberapa bulan lalu, sempat beredar suara rekaman ancaman teror yang diduga gembong teroris Santoso di media sosial.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISNAWAN
Petugas mengangkat jenazah korban peledakan bom di pos polisi Sarinah, Jakarta, Kamis (14/1/2016). Ledakan bom yang disusul baku tembak yang dilakukan oleh 7 orang pelaku dengan korban tewas 3 orang dan 4 orang dilumpuhkan. 

POSBELITUNG.COM, JAKARTA - Beberapa bulan lalu, sempat beredar suara rekaman ancaman teror yang diduga gembong teroris Santoso di media sosial.

Dalam rekaman itu, Santoso mengancam akan meledakkan markas Polda Metro Jaya di Jakarta.

Bahkan beberapa pejabat tinggi Polri termasuk Kepala Densus 88 Antiteror Polri jadi target mereka.

Saat dikonfirmasi ke Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Anton Charliyan, apakah teror Sarinah ada kaitan dengan jaringan Santoso, Anton menjawab hal itu perlu pendalaman.

"Bisa saja, ini kami dalami apakah ada hubungannya dengan gerakan Santoso. Karena memang bisa saja mereka para golongan radikal bersatu menyerang kepolisian dan negara kita," beber Anton, Kamis (14/1/2016) di Mabes Polri Jakarta.

Anton menambahkan berbagai kemungkinan soal pelaku, yakni dari jaringan ISIS, Santoso ataupun kelompok radikal seluruhnya masih perlu pendalaman lebih lanjut.

"‎Untuk jaringan mana belum bisa teridentifikasi pasti, tapi diduga kuat ISIS. Mereka para pelaku kemungkinan sakit hati, karena rekan-rekannya ditekan dan ditangkap jadi balas dendam ke negara melalui kepolisian," katanya.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved