Angin Barat Sebabkan Tangkapan Nelayan Merosot

Dampak musim angin barat ternyata juga dirasakan oleh nelayan di wilayah selatan Pulau Belitung.

Angin Barat Sebabkan Tangkapan Nelayan Merosot
Pos Belitung/Yudistira Gatra Praja
Ilustrasi. Kawasan dermaga nelayan Kampung Juru Desa Baru, Kecamatan Manggar, Beltim, Selasa (5/1/2015). 

POSBELITUNG.COM, BELITUNG - Dampak musim angin barat ternyata juga dirasakan oleh nelayan di wilayah selatan Pulau Belitung.

Hasil tangkapan nelayan Desa Seliu Kecamatan Membalong merosot hingga lebih dari 50 persen dibandingkan hari normal.

Kepala Desa Seliu Edyar mengatakan, kondisi angin di Pulau Seliu sekarang memang relatif masih teduh.

Aktivitas nelayan juga masih berjalan seperti pada hari hari biasa.

"Tapi musim barat ini kondisi arus laut juga deras, jadi cari ikan maupun kepiting sulit, tangkapan nelayan kami turun jauh sampai 50 60 persen, dari yang biasanya dapat 20 kilogram bisa pulang hanya bawa 10 atau 5 kilogram saja," kata Edyar kepada Pos Belitung, Kamis (14/1).

Menurutnya, angin kencang diprediksi baru akan melanda Pulau Seliu pada Februari 2016 mendatang.

Warga dan nelayan setempat biasanya menyebut kondisi tersebut musim utara.

Kalau sudah tiba waktunya kata Edyar sebagian besar nelayan di wilayahnya terpaksa istirahat.

"Tapi kalau untuk sekarang, siapa saja yang mau berkunjung ke Pulau Seliu masih nyaman, angin masih teduh, dan kuliner sea food juga ready," kata Edyar. (kk1)

Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: aladhi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved