Dukun Kampong di Membalong Ngadu ke Wakil Bupati

"Masyarakat di sini juga nelayan dan sama sama mencari makan, cuman tidak pakai trawl. Mereka itu bukan orang sini tapi beroperasi di laut kami,"

Dukun Kampong di Membalong Ngadu ke Wakil Bupati
Pos Belitung/Dede Suhendar
Wakil Bupati Belitung, H Erwandi A Rani didampingi Kades Lassar, Camat Membalong dan Kepala DKP, melihat alat tangkap tradisional yang digunakan nelayan Dusun Dudat, Desa Lassar di dermaga Dudat, Kamis (14/1). 

MEMBALONG, POS BELITUNG - Penggunaan alat tangkap ikan yang dilarang berupa jaring trawl, ternyata masih banyak beroperasi dan menjadi keluhan nelayan di Dusun Ulim Desa Lassar Kecamatan Membalong.

"Masyarakat di sini juga nelayan dan sama sama mencari makan, cuman tidak pakai trawl. Mereka itu bukan orang sini tapi beroperasi di laut kami," tutur Muhti, pemuka adat setempat, atau dukun kampong Dusun Ulim saat berdiskusi dengan Wakil Bupati Belitung Erwandi A Rani, Kamis (14/1).

Erwandi didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Destika Efenly, Camat Membalong, Polsek Membalong serta aparatur pemerintahan Desa Lassar, mengunjungi daerah pesisir di sekitar Dusun Ulim, pasca penangkapan penggunaan alat tangkap trawl sepekan lalu.

Ia mengungkapkan pekan lalu, masyarakat sekitar sempat memergoki nelayan trawl tengah beroperasi.

Namun pelaku yang terdiri dari dua orang dalam perahu, sempat kabur.

"Bahkan sempat ada perlawanan dari mereka. Alibinya rawai, tapi kenyataannya itu trawl, masyarakat kan tahu dan mereka yang liat sendiri," ungkapnya.

Ia berharap permasalahan ini mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah dan pihak berwajib.

Sebelum wilayah perairan laut mereka rusak, mengingat, warga setempat menggantungkan hidup dari hasil laut.

"Takutnya ada tindakan anarkis ketika masyarakat sudah tidak tahan lagi. Tapi selama ini kami sudah konfirmasi dengan kepolisian dan polairud kalau ada penangkapan," katanya.

Kepala Dusun Ulim, Taufik menambahkan, penggunaan jaring trawl memang hasil tangkapan berlimpah, tapi dampaknya biota laut, hingga perangkap nelayan rusak.

Halaman
123
Penulis: Dede Suhendar
Editor: aladhi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved