Warga Tangkap Nelayan Diduga Gunakan Alat Terlarang

Satu Unit kapal boat bercat cokelat putih, berkapasitas sekitar dua grosston (GT) terparkir di dermaga Satuan Polisi Air (Satpolair) Polres Belitung.

Warga Tangkap Nelayan Diduga Gunakan Alat Terlarang
Pos Belitung/Disa Aryandi
Ilustrasi. Kapal yang dipergunakan nelayan trawl ketika berada di pelabuhan Satpolair Polres Belitung.Satu unit trawl yang dipergunakan dua orang nelayan trawl, Minggu (3/1/2015) ketika diamankan di Satpolair Polres Belitung. 

Selain itu, polisi juga telah mengirimkan surat panggilan kepada perwakilan nelayan tradisional yang memergoki dua nelayan itu.

"Ada tiga orang dari nelayan yang menangkap kami berikan surat panggilan untuk dimintai keterangan. Yang jelas kami mengumpulkan data data dulu sekarang, karena sejauh ini belum bisa dibuktikan. Kalau tidak bisa dibukti, jelas prosesnya tidak bisa berlanjut," ujarnya.

Mengantisipasi agar tidak terjadi konflik sosial antara nelayan tradisional dan nelayan trawl.

Satpolair Polres Belitung, kini setiap malam melakukan patroli di wilayah perairan tersebut.

Sebelumnya, dua orang nelayan tersebut dipergoki oleh nelayan tradisional berasal dari Dusun Dudat, Batumana, dan Dusun Ulim, Desa Lasar, Kecamatan Membalong.

Ketika dipergoki oleh nelayan tradisional, nelayan pengguna alat tangkap trawl mini itu langsung kabur.

Aktivitas penggunaan alat tangkap trawl mini diperairan itu, kali pertama diketahui oleh nelayan tradisional sekitar pukul 22.00 WIB, Minggu (10/1) malam.

Nelayan tradisional ini mencurigai, lantaran ada salah satu kapal boat penangkap ikan, tidak bergeser di wilayah perairan tersebut.

Cukup Lapor

POLEMIK penggunaan trawl mini di perairan Teluk Berang, Dusun Ulim, Desa Lasar, Kecamatan Membalong beberapa waktu belakangan membuat Kapolres Belitung AKBP Candra Sukma Kumara angkat bicara.

Halaman
123
Penulis: Disa Aryandi
Editor: aladhi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved