Warga Tangkap Nelayan Diduga Gunakan Alat Terlarang

Satu Unit kapal boat bercat cokelat putih, berkapasitas sekitar dua grosston (GT) terparkir di dermaga Satuan Polisi Air (Satpolair) Polres Belitung.

Warga Tangkap Nelayan Diduga Gunakan Alat Terlarang
Pos Belitung/Disa Aryandi
Ilustrasi. Kapal yang dipergunakan nelayan trawl ketika berada di pelabuhan Satpolair Polres Belitung.Satu unit trawl yang dipergunakan dua orang nelayan trawl, Minggu (3/1/2015) ketika diamankan di Satpolair Polres Belitung. 

Mantan Kapolres Belitung Timur (Beltim) ini meminta nelayan tradisional agar tidak mengambil langkah sendiri, terutama melakukan penangkapan.

"Soalnya yang menentukan pidana atau tidak itu bukan masyarakat, tapi polisi, berdasarkan fakta fakta yang ada, dan keterangan sejumlah saksi dan barang bukti. Setelah itu baru ditetapkan dia tersangka atau bukan," kata Candra kepada Pos Belitung, Jumat (15/1).

Seharusnya, kata Candra, ketika menemukan aktivitas nelayan menggunakan alat tangkap terlarang di perairan laut, masyarakat terlebih dahulu melaporkan kepada aparat kepolisian.

"Biar selanjutnya polisi yang melakukan tindakan, masyarakat cukup melaporkan saja bahwa ada itu," ucapnya.

Sejauh ini, polisi telah berupaya melakukan pencegahan terhadap penggunaan alat tangkap terlarang trawl dan sejenisnya.

Polisi telah menggandeng dinas terkait untuk memberikan sosialisasi kepada nelayan.

"Kami juga sudah sampaikan, bahwa jaring trawl itu dilarang. Ketika nelayan masih menggunakan jaringan trawl, biar mekanisme hukum yang menindak, bukan masyarakat," ujarnya. (n3)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: aladhi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved