Ketua NU : Nabi Muhammad SAW Tak Terkenal Dengan Tiga Profesi Ini

Nabi Muhammad SAW tidak pernah menjadi dukun atau tukang santet.

Ketua NU : Nabi Muhammad SAW Tak Terkenal Dengan Tiga Profesi Ini
Pos Belitung/Novita
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama, Prof DR KH Said Aqil Siradj dalam ceramahnya pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Manaqib Kubro Syech Abdul Qodir Al Jailany XV Tahun 1437H/2016 M di Pondok Pesantren Daarul Arofah Sijuk, Belitung, Sabtu (23/1/2016). 

POSBELITUNG.COM, SIJUK - Perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW bukanlah mudah. Sejak masih berada dalam kandungan ibundanya, Nabi Muhammad SAW telah mulai ditinggalkan orang-orang yang dicintainya, hingga kemudian akhirnya menjadi yatim piatu.

Namun semua itu memang dikehendaki Allah SWT. Nabi Muhammad dikehendaki Allah SWT menjadi yatim piatu, karena Allah SWT tidak memercayakan pendidikan akhlak Nabi Muhammad SAW kepada manusia.

"Nabi Muhammad, yang mendidiknya adalah Allah Subhanahu Wa ta'ala. Dengan pendidikan yang sempurna. Maka satu satunya manusia yang sempurna adalah Nabi Muhammad," kata Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama, Prof DR KH Said Aqil Siradj dalam ceramahnya pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Manaqib Kubro Syech Abdul Qodir Al Jailany XV Tahun 1437H / 2016 M di Pondok Pesantren Daarul Arofah Sijuk, Sabtu (23/1/2016).

Dalam ceramahnya KH Said Aqil Siradj juga mengemukakan bahwa saat remaja sebelum menjadi nabi, Nabi Muhammad SAW tidak pernah terkenal. Hal tersebut karena orang jahiliyah saat itu hanya menyanjung tiga profesi. Kalau menekuni salah satu profesi itu, maka akan terkenal. Nabi Muhammad SAW tidak pernah mengenal ketiganya.

Pertama, adalah masyarakat jahiliyah sangat menyanjung penyanyi. Nabi. Muhammad tidak pernah menjadi penyanyi. Kedua, masyarakat jahiliyah menyanjung dukun (paranormal). Nabi Muhammad tidak pernah menjadi dukun. Ketiga, masyarakat jahilliyah akan menyanjung selamanya tukang santet. Nabi Muhammad tidak penah jadi tukang santet.

"Kalau ada orang yang datang ke dukun untuk membunuh si A, si B, maka ibadahnya, sholatnya, baca Qurannya, hajinya, umrohnya, sedekahnya, percuma semua itu," katanya.

KH Said Aqil Siradj juga mengemukakan bahwa memuji Nabi Muhammad SAW tidak dilarang. Bahkan saat masih hidup, banyak sahabat yang berlomba lomba membuat syair memuji Nabi Muhammad dan tidak dilarang, walaupun Nabi Muhammad tidak meminta.

"Nabi tidak pernah meminta dipuji. Tapi ketika ada orang memuji, tidak dilarang," kata KH Said Aqil Siradj.

Kalau memuji muji Nabi itu salah, kata KH Said Aqil Siradj, maka Nabi Muhammad pasti melarang dan tidak mungkin membiarkan sahabatnya memujinya. Dia memberikan contoh salah satu sahabat Nabi yang bernama Ka'ab bin Zuhair, yang mendapat hadiah dari Nabi Muhammad berupa selimut setelah memujinya.

Baca : Ini Alasan Warga Usir Penganun Ahmadiyah di Bangka

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Manaqib Kubro Syech Abdul Qodir Al Jailany XV Tahun 1437H/2016 H dihadiri Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Rustam Effendi, Bupati Belitung Sahani Saleh, unsur forkominda, tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur pemuda, serta jamaah dari Kabupaten Belitung dan Kabupaten Beltim. Sebelum ceramah, jamaah mengikuti Manaqib Kubro Syech Abdul Qodir Al Jailany yang dipimpin oleh KH Ali Haries sebagai Pemimpin Pondok Pesantren Daarul Arofah.

"Momentum ini kita jadikan sebagai sarana meningkatkan dan mengikuti jejak beliau (Nabi Muhammad SAW red). Mudah mudahan kita nanti akan dapat mengikuti jejak jejak beliau dan senantiasa taat kepada beliau," kata gubenur dalam sambutannya.

Baca : Eks Anggota Gafatar Bingung Mau Kemana Setelah Dipulangkan

Ketua panitia kegiatan, Subandi dalam sambutannya berharap melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad, umat Islam senantiasa dapat meningkatkan cinta kepada Rasulullah.

Sebelum menghadiri acara di Pondok Pesantren Daarul Arofah Sijuk, KH Said Aqil Siradj menikmati jamuan sarapan pagi di rumah dinas Bupati Belitung. "Alhamdulillah kerukunan antar umat beragama di daerah ini terjaga baik. Mudah mudahan tetap terjaga dengan baik," kata Bupati Belitung Sahani Saleh dalam sambutannya. 

Penulis: Novita
Editor: rusmiadi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved