Belitung Bersih dari Ahmadiyah
Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Belitung, H Anwar DM memastikan Belitung tidak pernah dimasuki aliran Ahmadiyah.
Penulis: Dedi Qurniawan |
TANJUNGPANDAN, POS BELITUNG - Keberadaan Jamiah Ahmadiyah Indonesia (JAI) di lingkungan Srimenanti, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka membuat masyarakat sekitar resah.
Warga kesal karena Ahmadiyah masih tetap ada di lingkungan mereka. Merekapun meminta Ahmadiyah hengkang dari Kabupaten Bangka.
Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Belitung, H Anwar DM memastikan Belitung tidak pernah dimasuki aliran Ahmadiyah.
Hal ini, dia yakini berdasarkan laporan dari seluruh pengurus yang tersebar di pelosok Belitung.
Ia menegaskan berdasarkan fatwa dari MUI, Ahmadiyah merupakan aliran yang menyimpang.
"Aliran ini percaya bahwa masih ada nabi sesudah Nabi Muhammad SAW dan mereka hanya mengakui kekhalifahan Ali. Tapi Alhamdulillah Belitung masih aman," jelas Anwar kepada Pos Belitung, Minggu (24/1).
Demikian pula di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) dipastikan tidak ada Ahmadiyah.
"Ahmadiyah di Beltim ini kelihatannya sampai sekarang terpantau tidak ada. Kecuali Gafatar, itu setengah tahun yang lalu dan sudah balik (pimpinannya)," kata Ketua MUI Beltim, Suyatno Taslim, Minggu (24/1).
Sepengetahuan Suyatno, indikasi gerakan Ahmadiah juga belum terlihat oleh pihak kepolisian.
"Biasanya kan duluan polisi tahu, baru kemudian berkoordinasi dengan kami. Tapi sampai sekarang untuk Belitung Timur, kelihatannya dan mudah mudahan tidak sampai ke Beltim," ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan keyakinan masing masing. Menurut dia, satu ciri yang bisa dilihat dari aliran ataupun gerakan yang mengatasnamakan agama yang sering dinilai sesat, yaitu hanya mau beribadah menggunakan cara cara yang mudah.
"Beribadahlah yang benar. Jangan mencari yang enteng enteng. Kebanyakan gerakan gerakan seperti ini istilahnya menyimpang. Biasanya yang enak enaknya saja diajarkan. Tidak salat, tidak puasa, dan tidak macam macam. Pokoknya yang tidak berbuat tidak baik akan masuk surga. Nyaman amat. Kami selalu dakwah seperti ini di manapun. Supaya masyarakat tidak gampang mengikuti paham paham yang kurang benar. Kita harus belajar terus," kata Suyatno.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/ahmadiyah_20160124_115415.jpg)