Breaking News:

Eko Wijaya : Polemik Timah Seperti Ditunggangi

"Saya minta gubernur tak asal melarang menambang, karena apa yang dikerjakan PT Timah Tbk juga resmi. Pro kontra memang terjadi, tetapi masalah harus

Penulis: Teddy Malaka |
Bangkapos/Dok
Ilustrasi. Dua pekerja mengangkat mesin tambang inkonvensional (TI) apung, untuk kegiatan penambangan timah di lepas pantai Batu Belubang, Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (25/6/2015). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Teddy Malaka

POSBELITUNG.COM, BANGKA -- Semua pihak pro kontra penambangan di Bangka Belitung diminta tak membuat gaduh.

Selain itu Gubernur jangan menabrak aturan dengan menghentikan aktivitas penambangan resmi.

Demikian disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI, Eko Wijaja. Menurutnya karut marut pertimahan di Bangka Belitung seperti ditunggangi.

"Saya minta gubernur tak asal melarang menambang, karena apa yang dikerjakan PT Timah Tbk juga resmi. Pro kontra memang terjadi, tetapi masalah harus didudukan," kata Eko Wijaya ketika menghubungi bangkapos.com, Selasa (26/1/2016).

Ia mengatakan dirinya mempertanyakan langkah pemerintah daerah yang menghentikan sementara aktivitas penambangan hanya berdasarkan pro dan kontra.

"Karena saya dari Bangka Belitung dan kebetulan Komisi VII yang mengurusi pertambangan, saya mengerti seperti apa ketergantungan pertambangan di Bangka Belitung. Pada intinya masyarakat ingin mendapatkan keadilan terhadap potensi timah yang ada selama ini," kata Eko Wijaya.

Dia menyarankan PT Timah Tbk harus melakukan evaluasi kepada mitra kerja mereka. Ia mendapat informasi jika persaingan tidak sehat telah terjadi sehingga membuat kegaduhan.

"Silahkan BUMN itu mengevaluasi, begitu juga pemerintah daerah harus jernih menengahi masalah timah ini," kata politisi Partai Demokrat ini.

Menurutnya dalam teknis pertambangan ada kajian teknis yang mesti dilakukan.

"Jika memutuskan dilarang menambang harus ada kajian teknisnya, tidak boleh asal menghentikan. Apakah itu masalah amdal maupun perizinan," kata Eko.

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved