Gawat, Sudah Hampir 100 Orang Terserang DBD
"Saya akan pelajari lagi sembilan kriteria KLB dalam Permenkes itu. Tadi kami ke RSUD bertujuan untuk menyamakan persepsi supaya informasinya tidak...
Penulis: Dede Suhendar |
TANJUNGPANDAN, POS BELITUNG - Jumlah pasien DBD yang meningkat semenjak awal Januari lalu belum ternyata belum membuat Kepala Dinas Kesehatan dr Suhandri menyatakan kondisi luar biasa (KLB).
Padahal jumlah pasien sudah mencapai angka 98 orang.
Ia merencanakan akan mempelajari lebih lanjut Peraturan Menteri Nomor 1501 Tahun 2010 tentang Penyakit Menular Tertentu Yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangannya.
"Saya akan pelajari lagi sembilan kriteria KLB dalam Permenkes itu. Tadi kami ke RSUD bertujuan untuk menyamakan persepsi supaya informasinya tidak simpang siur," ujarnya kepada Pos Belitung, Selasa (26/1).
Semenjak melonjaknya kasus DBD, jumlah permintaanfogging, kata dia, meningkat. Sehingga pihak Dinkes juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait manfaat fogging tersebut.
Ia menjelaskan penyakit DBD sangat erat kaitannya dengan kebersihan lingkungan.
Sehingga jika kasus masih terjadi, secara tidak langsung menggambarkan kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal pasien.
Ia mengatakan sentral perkembangan DBD bisa tergambar dari jumlah pasien di rumah sakit.
Dikarenakan jika pasien di puskemas maupun pustu yang sudah terdeteksi DBD, maka akan langsung dirujuk ke rumah sakit.
Sebelumnya, dinas kesehatan sempat meninjau pasien DBD di RSUD dr Marsidi Judono.
Kedatangan mereka bertujuan untuk klarifikasi kecocokan data pasien penderita DBD yang meningkat semenjak sepekan lalu.
Didampingi, Direktur RSUD dr Hendra serta jajarannya, rombongan berkeliling ke setiap ruangan yang terdapat pasien DBD.
Rombongan Dinkes juga sempat meminta penjelasan kepada dokter spesialis anak di ruang melati terkait data pasien yang menyatakan suspect DBD.
"Sebenarnya kami sudah jadwalkan kemarin, tapi tertunda karena banyak staf yang masih di lapangan," ujar Suhandri.
Ketika meninjau di ruang melati, tim dinkes sempat berdebat dengan dokter spesialis anak, dr Daniel.
Perdebatan dikarenakan perbedaan persepsi dalam membaca laporan pasien yang terdeteksi DBD.
Namun berkat penjelasan panjang lebar dari Daniel, rombongan dinkes mengakui pasien di rumah sakit benar-benar suspect DBD. (n1)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/pasien_20160125_115526.jpg)