Destinasi Wisata

Tanjungkelayang Masuk Pengembangan 10 Destinasi Wisata Prioritas

Tanjungkelayang di Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masuk dalam program pihak Kementerian Pariwisata Indonesia.

Tanjungkelayang Masuk Pengembangan 10 Destinasi Wisata Prioritas
POS BELITUNG
Wisatawan turun dari kapal di kawasan Pantai Tanjungkjelayang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, usai berkunjung ke pulau-pulau di sekitarnya, Sabtu (23/1/2016). 

POSBELITUNG.COM, JAKARTA – Tanjungkelayang di Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masuk dalam program pihak Kementerian Pariwisata Indonesia.

Tanjungkelayang merupakan satu dari 10 destinasi wisata prioritas yang bakal dikembangkan melalui program percepatan akselerasi pariwisata.

Sembilan destinasi lainnya, yaitu Candi Borobudur, Mandalika, Labuhan Bajo, Bromo-Tengger-Semeru, Kepulauan Seribu, Toba, Wakatobi, Tanjung Lesung, dan Morotai.

Adapun konsep yang digunakan adalah single destination-single management. Untuk ini pemerintah akan membentuk badan otoritas nasional dalam mengelola destinasi prioritas tersebut.

Struktur badan otoritas tersebut akan terdiri Dewan Pengarah Menko Maritim, Ketua Harian Menpar dengan anggota menteri-menteri terkait termasuk Menpan.

“Dari 10 destinasi prioritas ini kita proyeksikan akan diperoleh 8,5 juta wisman,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Terobosan regulasi dilakukan pemerintah dengan memperbanyak pemberian Bebas Visa Kunjungan (BVS) yang saat ini sebanyak 90 negara (Perpres No.104 Tahun 2015) tahun ini direncanakan akan ditambah menjadi 174 negara.

Melalui kebijakan BVK ini diproyeksikan akan meningkatkan 1 juta wisman dengan devisa sebesar 1 miliar dollar AS pada tahun ini.

Deregulasi pariwisata dengan menghapus Clearance Approval for Indonesia Teritory (CAIT/Perpres 105 Tahun 2015) akan meningkatkan jumlah kunjungan perahu pesiar (yacht) ke Indonesia.

Diproyeksikan dalam lima tahun ke depan jumlah kunjungan yacht akan mencapai 5.000 perahu pesiar dengan perolehan devisa sebesar 500 juta dollar AS. (*)

Editor: tidakada024
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved