Breaking News:

Gara-gara Pegang Payudara Pasien, Petugas Rontgen Dilaporkan ke Polisi

SY mencoba mengatur posisi berdiri Mar karena tidak presisi dengan alat presisi dengan alat rontgen

Sriwijaya Post/Welly Hadinata
Mar (32) melaporkan SY (27), petugas bagian radioologi sebuah rumah sakit di Palembang ke petugas SPKT Polresta Palembang, Sabtu (6/2/2016), atas tuduhan pencabulan. 

POSBELITUNG.COM, PALEMBANG - Gara-gara pegang payudara pasien, petugas radiologi rumah sakit di Palembang harus berhadapan dengan proses hukum, setelah dilaporkan pasien ke Polresta Palembang.

Pasien berinisial Mar (32) melaporkan petugas radiologi berinisial Sy (27) atas dugaan pencabulan. Kejadian bermula saat Mar mendatangi rumah sakit untuk menjalani rontgen dan petugas yang menanganinya bernama SY.

Ia lebih dulu mendaftar untuk rontgen. Di dalam ruangan tersebut, seorang perawat menyuruh korban membuka pakaian dan menggantinya dengan baju khusus untuk pasien yang telah disiapkan pihak rumah sakit.

Baca : Buat Pasangan Suami Istri, Sudah Pernah Mandi Bareng?, Ini lho Manfaatnya

Petugas SY lalu menyuruh perawatnya untuk mengambil alat medis di luar ruangan.

"Setelah perawatnya keluar, oknum pegawai itu menyuruh saya untuk menempelkan dada saya ke mesin rongent," ungkap korban kepada petugas SPKT Polresta Palembang, Sabtu (6/2/2016).

SY mencoba mengatur posisi berdiri Mar karena tidak presisi dengan alat rontgen. Tanpa diduga, SY memegang kedua buah dada korban. Lalu Mar memilih mengenakan pakaiannya dan membatalkan menjalani rontgent.

Korban yang tak terima akhirnya membawa kasus ini ke jalur hukum. Pasalnya, Mar mendapat informasi dari perawat lain, bahwa SY bertindak di luar standar operasional.

Editor: Rusmiadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved