Breaking News:

Perwakilan LSM Kecewa Prosedur Keuangan Pembayaran PJU di Beltim Rugikan Masyarakat

Perwakilan aliansi LSM di Beltim, Suro mengaku kecewa dengan prosedur adminsitrasi keuangan Pemkab Beltim dan PLN UL Tanjungpandan.

Penulis: Dedi Qurniawan |
Pos Belitung/Dedi Qurniawan
Ruas jalan Manggarawan di Desa Padang, Kecamatan Manggar, Kabupaten Beltim, tampak gelap karena lampu PJU tidak menyala, Selasa (2/2) malam. Sudah dua bulan terakhir, sebagian besar jalan raya di Beltim tanpa penerangan PJU. 

Laporan wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

POSBELITUNG.COM,BELITUNG - Perwakilan aliansi LSM di Beltim, Suro mengaku kecewa dengan prosedur adminsitrasi keuangan Pemkab Beltim dan PLN UL Tanjungpandan.

Dia menyebut sistem Pemkab Beltim dan PLN UL Tanjungpandan terlalu kaku dan mengorbankan hak masyarakat yang telah menyelesaikan kewajiban mereka tiap bulan melalui pajak yang ditarik.

"Dari Desember mati itu, bukan karena kelalaian kami... Kewajiban kami laksanakan," kata Suro di dalam rapat.

Sebelumnya, jajaran Komisi II DPRD Beltim kembali menggelar rapat membahas persoalan Penerangan Jalan Umum (PJU), Rabu (10/2/2016).

Rapat yang berlangsung di ruang rapat DPRD Beltim itu dipimpin oleh Ketua Komisi II DPRD Beltim Husaini Rasyid atau akrab disapa Uut.

Ini diketahui adalah rapat kedua yang membahas persoalan ini setelah rapat Selasa (2/2/2016) pekan lalu.

Jika pada rapat sebelumnya, tanpa kehadiran PLN UL Tanjungpandan, rapat kali ini dihadiri perusahaan setrum negara tersebut.

Sebagaimana diketahui, sudah dua bulan belakangan hampir seluruh lampu PJU di Beltim tak berfungsi.

Ini diketahui disebabkan adanya tunggakan Distamben Beltim sebesar Rp 98 juta di 2015.

Karena persoalan prosedur adminstrasi keuangan Pemkab Beltim dan PLN, hingga Februari ini lampu PJU tak kunjung hidup sejak Desember 2015 lalu. (*)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved